Surabaya (beritajatim.com) – Alopecia areata merupakan penyakit kebotakan lokal yang berarti mengalami kebotakan di area tertentu. Gejalanya adalah adanya area-area kecil mengalami kebotakan sehingga semakin lama dapat terhubung kemudian muncul alopecia totalis.
Namun, seringkali alopecia areata seringkali menyerang kulit kepala. Ada beberapa kasus terjadi pada alis, bulu mata, wajah, dan bagian tubuh lain. Alopecia areata berkembang perlahan selama bertahun-tahun.
Maka dari itu, kasus alopecia areata berbeda-beda dapat terjadi di sebagian area bahkan ada yang mengalami kehilangan rambut pada skala lebih besar di berbagai area tubuh.
Penyebab dari Terjadinya Alopecia Areata
Sistem kekebalan tubuh menjadi salah satu penyebab alopecia areata. Selain itu, kelainan ini berdampak pada sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat sehingga sifatnya seperti virus dan bakteri.
Sistem imun dari penderita alopecia areata menyerang folikel, tempat pertumbuhan rambut. Folikel rambut berubah menjadi kecil lalu lama-kelamaan tidak memproduksi rambut lagi.
Walaupun belum ada alasan yang jelas sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Tapi, memang besar kejadian, alopecia areata sering terjadi pada seseorang dengan latar belakang keluarga yang memiliki penyakit kelainan sistem imun seperti diabetes dan rematik (rhemutaoid arthritis). Maka dari itu, inilah yang mendasari penyebab kebotakan dari segi faktor genetis atau keturunan.
Gejala utama alopecia areata merupakan kebotakan pada area tertentu pada pertumbuhan rambut. Awal dari kerontokan adalah area sangat kecil bahkan tidak terlihat oleh mata.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
Alopecia areata dapat terjadi pada daerah kulit kepala seperti alis, bulu mata, kumis, jenggot, bulu pada tangan dan kaki.
Kerontokan rambut dalam jumlah besar sering terjadi setelah bangun tidur atau mandi. Maka dari itu, semakin lama kebotakan terjadi dapat membentuk area kecil berbentuk seperti bulatan. Area itu dapat membesar dan bertambah banyak.
Alopecia areata tidak dapat didiagnosa pada kerontokan rambut yang dialami. Kerontokan rambut dapat terjadi karena kelainan sistem imun tapi infeksi jamur dan penyakit lain berkaitan dengan psikiatri seperti mereka cenderung mencabuti rambutnya sendiri. (prd/nap)






