Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 16 orang orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto mengikuti pelatihan pengelasan plat welder SMAW 3G. Pembinaan kemandirian warga binaan merupakan salah satu fokus yang di gencarkankan dalam mensukseskan misi pemasyarakatan.
Pelatihan yang berlangsung di area bengkel kerja Lapas Klas IIB Mojokerto ini, dimulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. Sebanyak 16 orang warga hinaan akan mengikuti setiap sesi pelatihan selama dua minggu penuh. Seperti pelatihan pengelasan, pemotongan plat, serta finishing.
Salah satu peserta, Muhammad Habibi mengaku, sebelum menjalani masa tahanan ia pernah melakukan aktivitas pengelasan namun secara teori tidak mengetahui. “Sehingga dari pelatihan ini, saya mendapatkan ilmu. Saya lebih faham, terima kasih Lapas Klas IIB Mojokerto dan BLK yang sudah mengadakan pelatihan ini,” ujarnya, Selasa (6/9/2022).
Instruktur dari Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto, Eri Winardi mengatakan, pelatihan kerja tersebut merupakan kegiatan Mobile Training Unit (MTU). “UPT BLK Mojokerto bekerjasama dengan instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat umum untuk melaksanakan pelatihan,” ungkapnya.
Petugas akan dengan mendatangi peserta pelatihan. Peserta diberikan materi dan dibawakan seluruh sarana dan prasarana (sarpras) yang diperlukan dalam pelatihan. Pelatihan untuk bekal saat bebas nanti, disambut baik oleh warga binaan yang menjadi peserta pelatihan.
Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Klas IIB Mojokerto, Didik Harianto mengatakan, Lapas Klas IIB Mojokerto sangat senang dengan adanya kerja sama tersebut. “Warga binaan mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini. Ilmu secara teori dan praktek mereka dapatkan serta mereka juga memperoleh sertifikat yang dapat mereka pergunakan di dunia kerja saat bebas nanti,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kriminal-mojokerto”]
Harapan untuk mewujudkan sistem pemasyarakatan yang baik khususnya membuat para warga binaan menjadi lebih mandiri secara ekonomi merupakan alasan bagi Lapas Klas IIB Mojokerto untuk terus memperjuangkan pembinaan yang maksimal. Walaupun dalam kondisi keterbatasan lahan lapas maupun masalah overkapasitas,
“Bekerjasama dengan banyak lini baik dari instansi pemerintah maupun swasta untuk melaksanakan pembinaan di dalam Lapas merupakan solusi yang diusung oleh Bapak Kalapas Klas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi untuk mewujudkan pemasyarakatan yang maju,” tegasnya. [tin/but]







