Bangkalan (beritajatim.com) – Benih ikan yang ditempatkan di Balai Benih Ikan Air Tawar seluas 600 meter persegi di Kelurahan Tunjung, Kelurahan Burneh, Kabupaten Bangkalan, banyak yang mati. Hal ini membuat Dinas Perikanan Bangkalan kebingungan.
Balai yang menjadi rumah benih pembibitan ikan itu merupakan fasilitas satu-satunya yang dikelola Diskan Bangkalan. Tempat ini diharapkan mampu menyediakan benih ikan air tawar namun ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Diskan Bangkalan, Muhammad Zaini menuturkan, saat ini memang satu-satunya balai benih yang dikelola oleh instansinya hanya yang ada di wilayah Kelurahan Tunjung. Balai benih ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan daerah, khusus pelaku pembudidaya ikan air tawar.
“Balai benih ini satu-satunya yang dikelola Diskan, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan bibit pelaku usaha budidaya. Sayangnya, belum sesuai harapan,” terang Zaini, Sabtu (3/9/2022).
Pihaknya mengakui bahwa proses pembibitan yang ia lakukan terkendala faktor kematian ikan yang cukup tinggi. Dirinya mengklaim, bahwa kondisi itu karena dipengaruhi oleh cuaca yang tidak menentu.
“Faktor cuaca yang menjadi kendala. Padahal, benihnya sudah cukup bagus,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Bangkalan”]
Masih kata Zaini, dalam balai ada beberapa jenis ikan air tawar yang dilakukan pembibitan. Diantaranya ikan lele, ikan gurami, ikan patin dan ikan nila. Akan tetapi tetapi, yang menjadi fokus dalam pembibitannya hanya lele.
“Mayoritas pembudidaya lebih banyak pada ikan lele karena banyak peminatnya,” tegasnya.
Sementara itu, Abdurrohman selaku pembudidaya ikan air tawar asal Kecamatan Arosbaya, mengatakan, sejauh ini pihaknya dalam proses membudidaya ikan air tawar. Dia mengaku masih membeli dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan bibit usahanya.
“Di Bangkalan masih minim bibit ikan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pembudidaya masih mendatangkan dari luar,” pungkasnya. [sar/beq]






