Surabaya (beritajatim.com) – Platonic Relationship sebenarnya dapat dikatakan sebagai hubungan yang terjadi secara alamiah. Namun, ada yang memang merencanakan atau membicarakan untuk menjalani hubungan ini supaya muncul kesepakatan. Namun,apakah dampak positif seseorang mau melakukan platonic relationship?
Terciptanya Rasa Terbebas dari Perasaan Sepi
Seperti yang kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk sosial sehingga membutuhkan orang lain. Adanya orang lain di samping bukan berarti mereka membutuhkan bantuan mereka, tapi lebih pada dasarnya manusia menginginkan adanya kehadiran.
Platonic relationship membuat kita memiliki orang yang loyal. Mereka yang tidak meninggalkan bahwa membiarkan kita merasa sedih atau down sendirian. Kehadiran mereka ada sebagai penyemarak dalam hidup. Coba bayangkan jika kita tidak ada keluarga dan sahabat, hidup tentu saja akan terasa sepi.
Stress Menjadi Lebih Berkurang
Ketika mengalami pekerjaan yang menumpuk, biaya hidup makin tinggi bahan masalah lain yang muncul terkadang membuat kita merasa stres. Tanpa masalah, itu merupakan hal yang besar kemungkinan terjadi karena ketika kita makin dewasa akan banyak hal terjadi.
Tapi, ingatlah saat ini kita masih ada dan bertahan. Pernahkah kita memikirkan alasannya? Ya, karena kehadiran orang-orang di sekeliling kita. Sadari atau tidak, lingkungan dan dengan orang kita dekat ini akan mempengaruhi hidup kita. Maka dari itu, pintar dan bijaklah dalam memilih teman, supaya hidup tidak menjadi berantakan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”hubungan”]
Adanya Dukungan Bahkan pada saat terburuk
Hidup kita tidak akan selalu semulus jalan tol. Kalau jalan tol saja ada belokannya, apalagi hidup kita, bukan? Ada waktu dimana hidup kita terlihat lurus tanpa rintangan apapun. Namun tentu saja itu tidak akan berlangsung selamanya. Besok atau lusa, masalah pasti akan muncul dan membuat kamu kesulitan.
Ketika menjalani kehidupan memang tidak selalu mulus terkadang ada kesulitan yang datang. Platonic relationship memberikan sebuah sisi baiknya untuk saling mendukung tanpa memiliki tuntutan apapun. Minimnya tuntutan dengan besarnya dukungan yang dibutuhkan khususnya pada sulit akan membuat kita bangkit dari keterpurukan yang dirasakan sehingga kita dapat lebih kuat menghadapi masalah bahkan saat masalah berat. (PRD/ian)






