Surabaya (beritajatim.com) – Setiap manusia pasti pernah merasakan jatuh cinta, dan itu adalah hal yang teramat sangat membahagiakan. Apalagi jika seseorang yang kita cinta juga berbalik mencintai kita. Rasanya seperti ingin selalu bersama si dia dan dunia ini hanya milik berdua.
Cinta adalah sesuatu yang istimewa, dan hal itu dapat mempengaruhi bagaimana kita memperlakukan seseorang, mempengaruhi bagaimana pola pikir, perasaan, atau bahkan tingkah laku. Terkadang, perasaan cinta membuat diri kita banyak berubah, entah itu ke arah yang lebih baik atau bahkan lebih buruk.
Perlu diingat, bahwa rasa cinta itu tidak hanya berlaku kepada pasangan saja. Namun juga pada teman, keluarga, pada alam semesta, atau mungkin pada hewan kesayangan sekalipun.
Seorang psikolog bernama Robert Stenberg mengungkapkan teori cinta segitiga pada tahun 1980-an, dimana cinta terbentuk atas tiga komponen. Yakni keintiman, gairah, dan komitmen.
Dari tiga komponen itu, terbentuklah 8 jenis cinta. Setiap jenis memiliki ciri – ciri yang berbeda bergantung komponen apa yang dimiliki. Penasaran apa saja jenis – jenis cinta? Inilah penjelasannya.
· Non – Love
Seperti namanya, cinta jenis ini memang tidak memiliki “cinta”. Tak perlu bingung, cinta jenis ini memang ada di sekitar kalian meski tanpa kalian sadari. Non – love berarti menggambarkan sebagian besar hubungan pribadi kepada orang, di mana kalian hanya berinteraksi layaknya manusia pada umumnya.
Dalam cinta jenis ini, tidak memiliki gairah, dan komitmen, ataupun keintiman. Namun hanya sebatas berhubungan antar lingkungan sekitar, contohnya adalah dengan tetangga.
· Liking
Cinta seperti ini adalah cinta yang suci, meski tidak memiliki gairah dan komitmen di dalamnya, namun ada keintiman yang terjadi. Menurut Sternberg, liking melibatkan perasaan kedekatan, ikatan, dan kehangatan terhadap yang lain tanpa perasaan gairah yang kuat atau komitmen jangka panjang. Contoh hubungan yang memiliki jenis cinta ini adalah hubungan persahabatan.
· Infatuation
Pernahkah kalian mendengar kisah cinta pada pandangan pertama? Apakah kalian percaya? Atau mungkin kalian mengalaminya sendiri? Jika kalian pernah merasakan cinta pada pandangan pertama, maka jenis cinta tersebut adalah infatuation. Cinta ini hanya memiliki komponen gairah di dalamnya, tanpa ada komitmen dan keintiman. Kalian mungkin hanya menyukai si dia dari tampilan luarnya saja.
· Empty Love
Percaya atau tidak, di luar sana ada hubungan yang terus berjalan meski sudah tidak ada cinta di dalamnya. Inilah yang disebut dengan empty love, ketika dua orang memilih bertahan lantaran adanya komitmen untuk masih bersama. Hubungan seperti ini tidak selamanya terasa hambar, asalkan keduanya memegang teguh komitmen yang sudah dijaga.
· Romantic Love
Masyarakat Indonesia menyebutnya dengan cinta monyet, yakni ketika dua insan remaja sedang jatuh cinta. Lantaran masih di usia yang muda, cinta yang mereka rasakan seolah begitu menggebu – gebu, keromantisan adalah hal yang mereka inginkan dan mereka lakukan setiap harinya. Namun, dalam cinta jenis ini hanya terdapat gairah dan keintiman, belum tentu ada komitmen yang bisa mereka jaga.
· Companionate Love
Jika di awal hubungan, perasaan cinta seolah seperti api yang membakar, namun ketika hubungan sudah berjalan lama, rasa cinta itu sudah berubah menjadi bara api yang menghangatkan.
Perumpamaan tersebut sangat cocok untuk jenis cinta ini, karena biasanya gairah yang miliki sudah mereda, hanya tersisa keintiman dan komitmen dalam hubungan tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”hubungan”]
· Fatuous Love
Kerap kali disebut sebagai cinta palsu, jenis cinta ini memiliki komponen gairah dan komitmen dalam hubungannya, namun tidak dengan komponen keintiman. Cinta yang intim membutuhkan waktu yang tidak sebentar, dan harus dikembangkan dengan kerjasama kedua belah pihak. Namun, hubungan ini justru kekurangan aspek cinta itu sendiri sehingga lebih sering gagal.
· Consummate Love
Jenis seperti inilah yang selalu diidam-idamkan setiap orang. Ketika seluruh komponen hadir di dalamnya, yakni gairah, komitmen, dan keintiman. Cinta satu ini seolah tak terbatas dan akan terus membara, contohnya seperti cinta orang tua kepada anaknya yang bertahan sepanjang masa.
Itulah 8 jenis cinta menurut Robert Sternberg. Jenis cinta mana yang sedang kalian miliki saat ini? (mnd/ian)






