Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Sampang mencatat puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) meninggal di negeri rantau Malaysia.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan DPMPTSP dan Naker Kabupaten Sampang, Agus Sumarso menyampaikan, hingga akhir Juli 2022 ini, tercatat sebanyak 30 orang TKI dipulangkan karena meninggal. Ini mayoritas karena sakit dan kecelakaan kerja. “TKI yang meninggal dunia tersebut kebanyakan bekerja sebagai kuli bangunan,” terangnya, Rabu (10/8/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemprov-jatim”]
Apa tanggapan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim terkait hal tersebut?
“Berdasarkan hasil komunikasi saya dengan Pak Agus Sumarso Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan DPMPTSP-Naker Sampang, data PMI asal Sampang yang meninggal dan dipulangkan ada 13 jenazah, bukan 30 jenazah,” kata Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo dikonfirmasi beritajatim.com, Kamis (11/8/2022).
Menurut dia, hal ini sesuai dengan data di Disnakertrans Jatim maupun Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Dimana selama tahun 2022 tercatat UPT P2TK membantu pemulangan satu jenazah, BP2MI membantu pemulangan sembilan jenazah, dan selebihnya tiga jenazah pemulangannya secara mandiri (dibiayai keluarga).
“Selama tahun 2022, disamping proses kepulangan PMI asal Sampang unprosedural dengan cara repatriasi atau deportasi dari Malaysia, juga terdapat pemulangan jenazah PMI asal Kabupaten Sampang. PMI yang meninggal dunia di Malaysia tersebut umumnya meninggal dunia karena sakit dan sedikit kasus karena mengalami kecelakaan,” jelasnya.
Sampai dengan bulan Juli 2022, lanjut dia, selama tahun 2022 ini tercatat 13 jenazah PMI unprosedural asal Sampang yang dipulangkan ke tengah keluarganya, dengan rincian : 1 jenazah difasilitasi pemulangannya oleh UPT P2TK Disnakertrans Prov. Jatim, 9 jenazah difasilitasi oleh BP2MI/P4TKI Pamekasan, sedangkan selebihnya dipulangkan secara mandiri (dibiayai keluarganya).
Diberitakan sebelumnya, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Sampang, mencatat puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) meninggal di negeri rantau Malaysia.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan DPMPTSP dan Naker Kabupaten Sampang, Agus Sumarso menyampaikan, hingga akhir Juli 2022 ini, tercatat sebanyak 30 orang TKI dipulangkan karena meninggal. Mayoritas sakit dan kecelakaan kerja. “TKI yang meninggal dunia tersebut, kebanyakan bekerja sebagai kuli bangunan,” terangnya, Rabu (10/8/2022).
Ditanya dari daerah mana saja yang meninggal? Agus mengatakan, bahwa TKI yang dipulangkan itu berasal dari berbagai kecamatan, rata-rata warga di Panti Utara (Pantura) Sampang. “Dari Ketapang, Sokobanah dan Karang penang, Banyuates, Robatal,” tegasnya.
Sekedar diketahui, dari data di DPMPTSP dan Naker setempat, tahun 2021 lalu, ada 30 TKI asal Sampang yang dipulangkan dalam kondisi meninggal dunia. (tok/kun)






