Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin sebagian masyarakat lebih mengenal dengan istilah penyakit cacar air. Namun, pada pertengahan tahun 2022, marak dengan kemunculan cacar monyet. Tak ayal jika banyak orang bertanya perihal apa itu sebenarnya cacar monyet?
Pada dasarnya cacar monyet merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus monkeypox dari golongan orthopoxvirus. Di mana virus ini pertama kali ditemukan pada sekelompok kera yang dipelihara untuk penelitian di tahun 1985-an.
Itulah mengapa kemudian dinamakan dengan sebutan cacar monyet. Meski begitu, sebenarnya kondisi seperti ini bisa ditemui juga pada hewan lain, seperti tikus dan juga tupai.
Memasuki tahun 70-an, virus ini kemudian diketahui pertama kali menular pada manusia. Maka untuk mewaspadainya, tentu masyarakat perlu mengetahui apa-apa saja gejalanya.
Meski pada dasarnya gejala awalnya mirip dengan cacar air. Seperti demam, sakit kepala, menggigil, nyeri otot, mudah lelah, hingga pembengkakkan kelenjar getah bening.
Memasuki hari pertama hingga ketiga setelah demam, biasanya baru muncul ruam-ruam kemerahan di wajah. Kemudian menyebar di beberapa anggota tubuh lainnya. Seiring berjalannya waktu, ruam tersebut berubah menjadi bintil-bintil berisi cairan nanah.
Memasuki minggu kedua hingga keempat biasanya kondisi ini akan kembali membaik. Namun, untuk memastikan agar tidak menjadi komplikasi dan hal ini tidak membahayakan lainnya, maka sebaiknya segera konsultasikan pada dokter.
[berita-terkait number=”3″ tag=”penyakit”]
Maka untuk mencegah diri agar terhindar dari cacar monyet, bisa dilakukan beberapa hal seperti berikut ini;
Pertama, hindari kontak langsung dengan dengan penderita cacar monyet dan hewan pembawa virus tersebut. Ini merupakan cara paling mendasar yang bisa dilakukan untuk memutus mata rantai penyakit tersebut.
Kedua, lebih rutin cuci tangan menggunakan air dan sabu . Mencuci tangan memang dipercaya sebagai hal penting sebelum maupun sesudah melakukan beragam aktivitas. Terlebih karena tangan lebih rentan terkena oleh bakteri dan juga virus.
Ketiga, jangan berbagi penggunaan alat makan. Alat makan memang tidak disarankan untuk dipakai secara bergantian karena lebih memudahkan seseorang tertular virus, salah satunya cacar monyet.
Keempat, untuk menghindari terjadinya cacar monyet, masyarakat juga dihimbau agar tidak melakukan kontak langsung dengan hewan liar, apalagi mengonsumsinya.
Kelima, pastikan kembali jika kamu ingin memasak makanan sendiri. Mulai dari pemilihan bahan yang baik hingga cara memasak yang benar. (fyi/ian)






