Gresik (beritajatim.com)- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 77, menjadi momentum pedagang bendera musiman di Gresik. Mereka berharap omset penjualannya meningkat. Pasalnya, sejak dua tahun terakhir omset penjualannya menurun akibat tingginya pandemi covid-19.
Pantauan di lapangan, pedagang bendera musiman sejak sepekan terakhir mulai bermunculan di sudut-sudut jalan Kabupaten Gresik. Para pedagang bendera memanfaatkan trotoar di pinggir jalan maupun ruas jalan arteri. Untuk menjajakan bendera, umbul-umbul, dan pernak-pernik yang bernuansa merah putih.
Salah satu pedagang bendera, Sunaryo Umar Sidik mengatakan, saat masih tingginya pandemi covid-19 omset penjualannya merosot 60 persen, atau laku terjual 30 unit perharinya. “Kami berharap seruan pengibaran bendera merah putih dan umbul-umbul selama satu bulan memberikan angin segar bagi pedagang bendera,” katanya, Rabu (3/08/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”HUT-RI”]
Masih menurut Sunaryo, momentum perayaan Agustusan yang ditunggu pedagang bendera musiman seperti dirinya. Sebab, sebagian besar pedagang berasal dari luar Kota Gresik. Rela membuka lapaknya selama 24 jam demi mengais rejeki.
Sementara itu, salah pembeli M.Habib asal Cerme, Gresik menuturkan, keberadaan pedagang bendera musiman sangat membantu. Ini karena hampir setiap RT di lingkungannya masing-masing diinstruksikan untuk mengibarkan bendera merah putih selama satu bulan sejak 1 Agustus. “Pedagang musiman bendera memudahkan warga. Ini saya membeli tiang bendera seharga Rp 80 ribu,” tuturnya.
Hal senada juga dikatakan oleh Agus Suryanto warga asal Perum Bunder Asri Gresik. Dirinya mendapat tugas dari Ketua RT membeli umbul-umbul yang nantinya dipasang di pos kamling. “Tahun lalu kami agak kesulitan mencari pedagang bendera dan umbul-umbul karena ada pembatasan. Sekarang lebih mudah karena setiap ruas jalan banyak pedagang menjual pernak-pernik Agustusan,” tandasnya. [dny/kun]






