Ponorogo (beritajatim.com) – Setelah 2 tahun tidak digelar karena adanya pandemi Covid-19, Kirab Pusaka akan kembali diadakan di Kabupaten Ponorogo. Rencananya, Kirab Pusaka akan dimulai pada hari Jumat (29/7) siang mulai pukul 13.00 WIB.
Gelaran Kirab Pusaka ini, dimulai dari komplek makam Eyang Batoro Katong hingga finish di Paseban Alun-alun Ponorogo. Setelah lama tidak diadakan, Kirab Pusaka diprediksi akan menyedot banyak penonton yang melihat. Mereka akan berkerumun di jalan-jalan yang menjadi rute Kirab Pusaka.
Untuk antisipasi banyaknya sampah yang akan timbul di sepanjang jalur Kirab Pusaka, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo bakal menyiagakan puluhan pasukan kuning. Mereka akan disebar di sepanjang jalur Kirab Pusaka untuk membersihkan sampah yang ditimbulkan dari acara tersebut.
“Nanti akan kita terjunkan 60 personel pasukan kuning untuk membersihkan di jalur yang dilewati untuk Kirab Pusaka,” kata Kepala Bidang Pertamanan dan Persampahan DLH Kabupaten Ponorogo, Kamsun, Jumat (29/7/2022).
Kamsun mengungkapkan 60 pasukan kuning tersebut akan disebar mulai di makam Eyang Batoro Katong, jalan Niken Gandini- jalan Batoro Katong. Kemudian ke barat di jalan KH. Ahmad Dahlan, jalan HOS Cokroaminoto – Jalan Jenderal Sudirman dan finishnya di Paseban Alun-alun.
“Disepanjang jalan tersebut, ada pasukan kuning yang siap membersihkan sisa sampah kegiatan tersebut,” katanya.
Puluhan pasukan kuning ini, akan disiagakan pada hari Jumat (29/7) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Selain itu, mobil dump truk sampah juga akan diikutkan di pawai kirab pusaka itu. Truk sampah itu rencananya akan berada di paling belakang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”reog-ponorogo”]
“Dari pengalaman kegiatan kirab pusaka sebelum-sebelumnya, sampah yang paling mendominasi yakni sampah kering, seperti plastik dan kertas,” katanya.
Dia memperkirakan sampah kering dari penonton Kirab Pusaka ini bisa tembus sampai 1 ton. Dirinya menyebut pada hari Sabtu (30/7) paginya, pasukan kuning tersebut akan dikerahkan lagi untuk membersihkan sampah pasca penutupan Grebeg Suro.
“Selain petugas dari DLH, juga ada komunitas bersih-bersih yang akan datang untuk membantu membersihkan sampah,” pungkasnya. [end/but]






