Surabaya (beritajatim.com) – Kanker payudara masih menjadi momok paling menakutkan bagi perempuan, khususnya di Kota Surabaya. Data Dinas Kesehatan (Dinas Kesehatan) Surabaya 2021, mencatat ada 1.073 kasus kanker payudara di Surabaya.
Tingginya kasus kanker payudara di Surabaya mendorong Adi Husada Cancer Center (AHCC) menggelar penyuluhan deteksi dini kanker payudara melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) yang dilakukan oleh setiap perempuan dan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS).
“Perbedaan SADARI dan SADANIS adalah lokasi dan tenaga ahli yang memeriksa. SADARI dilakukan sendiri di rumah, sedangkan SADANIS dilakukan oleh dokter yang berkompeten,” kata dr. Silvia Haniwijaya saat sosialisasi di hadapan kader PKK Kecamatan Tenggilis Mejoyo Kota Surabaya, Kamis (28/7/2022).
Selama Juli dan Agustus 2022, AHCC berkomitmen menggelar sosialisasi di 31 kecamatan di Surabaya. Tak hanya para kader PKK, edukasi seputar pemeriksaan dan deteksi dini kanker payudara ini juga oleh unsur PAUD, serta Kader Surabaya Hebat (KSH).
Melalui penyuluhan SADARI dan SADANIS, AHCC berharap perempuan Surabaya bisa mengantisipasi keterlambatan penanganan kasus kanker agar bisa memberikan harapan hidup yang berkualitas bagi para survivor kanker payudara.
Selain penyuluhan, AHCC juga berkomitmen untuk menggelar skrining mammografi yang diberikan secara secara cuma-cuma kepada 310 kader PKK.
[berita-terkait number=”2″ tag=”Surabaya”]
“Skrining mammografi kita berikan secara cuma-cuma kepada kader yang memenuhi persyaratan, di antaranya memiliki riwayat kanker di keluarga, berusia di atas 40 tahun, tidak sedang hamil maupun menyusui,” kata Dheenaz salah satu tim penyuluh dari AHCC.
Beberapa tanda dan gejala adanya kanker payudara yang perlu diketahui perempuan di antaranya keluar cairan atau darah dari puting, muncul benjolan di permukaan payudara, muncul lipatan kulit di payudara, adanya cekungan atau lesung di permukaan payudara, adanya perubahan tekstur kulit payudara, puting masuk ke dalam kulit payudara, muncul rasa sakit di ketiak, muncul iritasi pada kulit payudara, ada perubahan bentuk pada puting, serta ada perubahan bentuk pada payudara.
SADANIS melalui skrining mammografi punya peluang sebesar 75 persen untuk menemukan lesi abnormal berukuran 2 mm di payudara. Mammografi dilakukan pada perempuan berusia 40 tahun, sedangkan USG payudara pada perempuan di bawah usia 40 tahun. [way/beq]






