Gresik (beritajatim.com) – Sempat vakum akibat tingginya kasus pandemi covid-19. Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa kembali digelar.
Kali ini, sebanyak 285 mahasiswa asal Universitas Gresik (Unigres) melakukan KKN di 23 desa yang berada di lima kecamatan. Program ini akan berlangsung selama tiga minggu.
Rektor Unigres Riski Dwi Prameswari menuturkan, KKN ini bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mensukseskan program Nawa Karsa bupati.
“Nantinya 285 mahasiswa yang melakukan KKN disebar di 23 desa berbaur dengan masyarakat desa,” ujarnya, Senin (25/07/2022).
Sementara Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani atau akrab dipanggil Gus Yani mengatakan, pihaknya berharap terhadap peran mahasiswa membantu merealisasikan program KKN di pemerintah desa maupun masyarakat. Khususnya terkait perbaikan data angka pengangguran dan kemiskinan.
“Langkah pertama adalah perbaikan data. Sebab, dana desa itu besar setiap tahunnya. Kalau dikelola dengan kondisi di desa maka bisa tercapai. Maka target itu diawalai dengan perbaikan data yang valid,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Mantan Ketua DPRD Gresik itu menambahkan, para mahasiswa juga diminta mempraktekan keilmunya ke masyarakat. Hal ini dianggap sebagai pengabdian terhadap negara dan masyarakat.
“Selama melakukan KKN kira-kira meninggalkan apa di desa ini. Selama KKN di Desa harus ada tinggalan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Saat ditanya penerapan kampus merdeka di Unigres. Dijelaskan Gus Yani, program dari Menteri Pendidikan ini sangat dibutuhkan bagi masa depan mahasiswa. Utamanya saat mereka masuk dalam dunia pekerjaan.
“Kalau bicara merdeka belajar di perguruan tinggi segera kita bikinkan MoU antara pemerintah daerah, perusahaan dan universitas,” ungkapnya. (dny/ted)






