Gresik (beritajatim.com) – Guna mencegah bullying di masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), polisi di Gresik blusukan ke sejumlah sekolah. Salah satu sekolah yang didatangi adalah Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Daruttaqwa dan SMK Yasmu Manyar, Gresik.
Kedua lembaga pendidikan itu mendapat penyuluhan dari Aiptu Fahrur Rozi selaku Kanit Binmas Polsek Manyar. Polisi mengingatkan seluruh warga sekolah baik guru, pelajar, maupun staf untuk menghindari bullying.
“Siswa senior atau kakak kelas jangan melakukan bullying kepada adik kelasnya. Sebab, perbuatan itu tidak sesuai apa yang diajar di sekolah,” ujarnya, Selasa (19/07/2022).
Bintara Polri itu juga mengajak para santri dan santriwati untuk tidak melakukan bullying dalam bentuk apapun. Baik itu berupa ejekan maupun dalam bentuk kekerasan fisik yang bisa berakibat fatal berujung pidana.
“Jangan sekali-sekali melakukan bullying karena dampaknya bisa ke ranah hukum,” kata Fahrur Rozi.
Rafli Julianti (16), santri asal Purbalingga Jawa Tengah, yang mondok di Ponpes Daruttaqwa menuturkan, sejak tingkat tsanawiyah dirinya mengaku nyaman menjadi santri di Ponpes Daruttaqwa dan tidak pernah dibully baik teman maupun senior dan pengasuhnya.
“Dengan penyuluhan dari Polsek Manyar seperti saat ini bisa menambah wawasan dan ilmu.” ungkap Rafli.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Sementara itu, Kepala MA Daruttaqwa Endi menyambut baik pembinaan dan penyuluhan (Binluh) yang diberikan Polsek Manyar.
“Melalui binluh ini ada respon positif dari santri dan santriwati untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Juga untuk mengantisipasi dan menangkal dari pengaruh pergaulan yang bersifat negatif,” paparnya.
Kapolsek Manyar AKP Windu Priyo Prayitno menambahkan, pada masa MPLS pihaknya menurunkan petugas Binmas untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan.
“Dengan kegiatan tersebut diharapkan para santri dan siswa dapat terhindarkan dari pergaulan yang negatif guna meminimalisir kenakalan remaja,” pungkasnya. [dny/but]






