Surabaya (beritajatim.com) – Salah satu klub sepakbola yang punya akademi terbaik di Eropa, Benfica! Dua tahun lalu, Darwin Núñez tiba di Benfica sebagai rekrutan termahal dalam sejarah klub. Harganya kala itu berkisah 39 juta euro, atau setengah harga jual di yang diterima Benfica pada Juni 2022 ini dari Liverpool untuk Núñez.
Di abad ke-21 ini, Benfica memang layak disebut salah satu klub terbaik kalau urusan orbit pemain muda maupun akademi. SL Benfica ternyata memiliki metode khusus untuk proses kesuksesan besar dalam hal mengorbitkan pemain bintang. Dilansir dari ESPN berikut ini metodenya.
Ikatan Emosional dan Edukasi: Hal Dasar
Benfica tidak menjadikan sepak bola sebagai satu-satunya hal yang masuk dalam kurikulum akademi. Kumpulan pemain muda calon bintang ini juga mendapat pendidikan karakter dan edukasi. Benfica lebih prefer merekrut pemain Portugal atau yang berbahasa Portugis, agar ikatan emosional dari sang pemain dapat mudah terbentuk.
Niat Belajar: Tahap Evaluasi dan Kurasi
Saat para pemain sudah mendapat bekal pengetahuan cukup, pihak klub akan mengukur lagi kemauan atau niat dari si pemain. Pemain yang sekiranya tekun dan ulet akan didorong oleh klub, sedangkan yang malas atau kurang motivasi akan dievaluasi lagi. Jika mentalnya memang kurang bagus maka akan dikeluarkan.
Fokus Memaksimalkan Kelebihan Pemain
Benfica tidak menuntut para pemainnya bagus di segala hal. Cukup menonjolkan hal yang jadi nilai plus pemain aja. Misalnya saja, saat pihak klub sadar fisik Bernardo Silva sulit berkembang, mereka fokus melatih sisi tekniknya. Selain itu, saat pihak klub sadar teknik Ruben Dias biasa aja, mereka fokus ke skill leadershipnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sepabola”]
Selain itu dilansir dari situs resmi SL Benfica, koordinator akademi, Rodrigo Magalhaes, menuturkan jika klubnya percaya semua pemain itu unik. Benfica membantu pemain untuk memaksimalkan potensinya, sembari mengajari mereka cara menghadapi masalah langsung dengan rutin memberi menit bermain.
Secara otomatis, para pemain muda Benfica mudah mekar sejak dini hal itu karena diberi ruang dan kepercayaan. Oleh sebab itu, bukan hal yang mengherankan jika SL Benfica bisa mendapat income 1 miliar Euro dari penjualan pemain pada kurun 12 tahun terakhir. (dan/ian)






