Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti melakukan sidak di posko pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022. Menurut Reni, posko pengaduan PPDB Surabaya ini solutif karena beberapa permasalah masyarakat tertangani dengan baik.
Tetapi, politisi PKS ini masih banyak menemukan masyarakat yang mengalami kesulitan secara teknis terkait tahapan pendaftaran.
Seperti perpindahan sekolah luar kota tetapi warga Kota Surabaya yang mau mendaftar SMP di Kota Surabaya, kesulitan validasi, hambatan dalam mendapatkan pin, menentukan koordinat lokasi tempat tinggal, melihat sebaran nilai dan pagu sekolah.
“Ini solutif ya. Tidak semua orang tua itu paham terkait online, untuk menitik alamat dan sebagainya, itu ada disini,” kata Reni usai sidak di Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Kamis (16/6/2022).
Ia menyarankan apabila pendaftar masih memiliki kendala terkait PPDB SMP jalur zonasi, maka bisa langsung merujuk ke posko pengaduan yang telah disediakan.
“Barangkali kalau masih ada warga yang kesulitan untuk mendaftar secara online atau mungkin masih ragu, misalkan apakah jaraknya sudah bener, apakah salah, sebaiknya segera datang kesini untuk mendapatkan solusi disini,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ppdb”]
Reni mencontohkan ketika dia turun di Wilayah Medokan Semampir terdapat permasalahan penghitungan jarak dari titik rumah ke titik sekolah. Warga merasa lebih deket tapi titiknya ternyata lebih jauh, sementara yang rumahnya lebih jauh terdatanya lebih dekat.
“Kalau ada keraguan-keraguan seperti itu, sebaiknya bisa segera kesini. Mungkin saya minta masih diberikan kesempatan selama memang belum tahap pengumuman, masih ada proses masa pendaftaran,” katanya.
Sementara itu, orangtua murid bernama Syamsudin (52) mengaku tidak mengetahui alur untuk mendaftarkan anaknya yang akan masuk ke sekolah menengah pertama (SMP). Dia mengaku gaptek dengan sistim PPDB yang serba online.
Atas dasar tersebut, katanya, dirinya mendatangi posko pengaduan PPDB di Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk mendapatkan informasi mengenai pendaftaran PPDB.
“Karena kan kalau kita kan orang awam ya nggak ngerti, apalagi kaya sekarang kan apa-apa online,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”dprd-surabaya”]
Menurutnya, dia datang ingin mengetahui mengenai sistem zonasi yang diterapkan, sebab anaknya saat sekolah dasar (SD) bersekolah di Sidoarjo dan ingin masum SMP di Kota Surabaya.
“Jadi KTP saya Surabaya, anak saya SD di Sidoarjo namun ingin sekolah di Surabaya. Saya sempat bingung jadi ya langsung kesini saja,” katanya.
Dia mengaku sangat terbantu dengan adanya posko pengaduan PPDB itu, sebab dirinya jadi lebih mengetahui tentang pendaftaran PPDB.
“Tadi sudah dikasih tahu cara-caranya, Alhamdulillah sangat membantu,” tutur dia. [ade/but]






