Jombang (beritajatim.com) – Sopir truk nopol AG 9688 UW yang terguling di Jl Raya Sembung Kecamatan Perak, Jombang, dikemudikan oleh Evid Afuat Abibudin (36) warga Desa Klurahan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Dia mengakui bahwa delapan orang yang menjadi korban sempat naik di atas truk muatan tebu. Alasannya, delapan orang itu hendak pulang, tapi tidak ada angkutan.
Akhirnya mereka naik di atas tebu yang ada di truk tersebut. Evid menegaskan bahwa tidak ada gangguang mesin pada truk yang dikemudikannya. “Truknya tidak rusak. Saya juga tidak mengantuk. Karena memang jalannya miring. Sehingga truknya terguling. Delapan orang itu tertimpa tebu hingga masuk sungai,” kata Evid.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan-jombang”]
Siapa saja yang naik di atas tersebut? Evid tidak hapal nama mereka satu persatu. Warga Desa Klurahan, Ngronggot ini hanya mengatakan bahwa mereka adalah buruh tebang tebu. Mereka berasal dari Kecamatan Baron, Nganjuk. “Hendak pulang, tapi tidak ada angkutan. Karena sudah sore,” ungkapnya berasalan.
Evid mengatakan bahwa tebu tersebut diambil dari Desa Sembung Kecamatan Perak. Kemudian hendak dibawa ke PG Lestari Kecamatan Patianrowo, Nganjuk. “Korban yang terluka dibawa ke Puskesmas Perak. Tapi saya tidak hapal namanya,” lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, empat orang meninggal dan empat lainnya terluka dalam kecelakaan tunggal truk bermuatan tebu di Jl Raya Sembung, Kecamatan Perak, Jombang, Jawa Timur, Selasa (14/6/2022) petang. Truk tersebut terguling saat jalan menikung tajam. Muatan tebu kemudian tumpah dan masuk sungai. Delapan orang pun tertimpa. Empat orang tewas, empat lainnya terluka. [suf]






