Lamongan (beritajatim.com) – Meski sebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Lamongan kian meluas, namun Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan memastikan bahwa persediaan ternak kurban untuk kebutuhan Iduladha 1443 H mencukupi.
Kepala Disnakeswan Lamongan, Moh. Wahyudi mengungkapkan, selain memastikan persediaan kebutuhan ternak untuk Iduladha, pihaknya juga memberikan informasi mengenai tata cara pembelian ternak kurban, tempat pembeliannya, pemeriksaan ternak, dan pemotongan hewan kurban tersebut.
Sesuai data yang masuk di Disnakeswan per hari ini, Wahyudi menyebut, total populasi sapi di Kabupaten Lamongan mencapai 117.889 ekor, sementara yang terjangkit PMK hanya sekitar 2.000 ekor.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-lamongan”]
Mengaca pada tahun 2021 lalu, sambung Wahyudi, kebutuhan sapi kurban di Lamongan tercatat berjumlah sekitar 48.000 ekor sapi. Sedangkan untuk kebutuhan kambing adalah 12.495 ekor dari populasi 87.000 ekor. Lalu kebutuhan dombanya 6.252 ekor dari total populasi 70.000 ekor kala itu.
Sehingga, jika kebutuhan sapi, kambing dan domba di Lamongan pada tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, Wahyudi menegaskan bahwa dapat dipastikan jumlah persediaan ternak kurban tersebut lebih dari cukup.
“Populasi ternak yang zero PMK lebih dari cukup, kalau estimasi kebutuhan hewan kurban jumlahnya seperti tahun lalu (2021),” ujar Moh. Wahyudi didampingi Medical Veterinary, Rahendra, kepada wartawan, Senin (13/6/2022).
Berdasarkan kenyataan itu, menjelang perayaan Iduladha 1443 H ini, ia meminta kepada seluruh umat Islam yang ada di Lamongan tak perlu risau dengan mewabahnya PMK ini.
Ia mengaku bahwa Disnakeswan Lamongan telah membuat langkah-langkah yang terbaik sebagai bentuk antisipasi terhadap hal-hal yang tak diinginkan selama perayaan Iduladha berlangsung.
Lebih lanjut Wahyudi juga menanggapi tentang adanya pembatasan lalu lintas ternak di Lamongan yang tak boleh dibawa keluar masuk daerah Lamongan hingga dikawatirkan berimbas terhadap sulitnya untuk mendapatkan hewan kurban.
Menurut Wahyudi, pihaknya siap untuk memberikan data dan referensi di titik mana saja hewan kurban bisa didapatkan di wilayah Kabupaten Lamongan. “Disitu akan kita tunjukkan (tempat pembelian hewan ternak untuk kurban) langsung ke peternak. Jadi masyarakat tidak perlu beli sampai keluar daerah, di Lamongan saja sudah cukup,” terangnya.
Sementara untuk penyembelihan hewan kurban, imbuh Wahyudi, Disnakeswan telah menyediakan rumah pemotongan hewan atau RPH. Namun jika masyarakat ingin menyembelih ternak kurbannya di masjid maupun di mushala, hal itu juga diperbolehkan.
“Iduladha tahun 2021 lalu, ada sebanyak 1.727 titik pemotongan. Ada kemungkinan tahun ini juga sama. Penyembelihan boleh di RPH maupun di luar RPH, untuk kepentingan ibadah seperti kurban Iduladha atau untuk adat yang lain juga diperbolehkan,” tambahnya.
Selama perayaan Iduladha ini, Wahyudi menyampaikan bahwa Disnakeswan tetap melibatkan pihak MUI dan Ormas Islam. Dengan begitu, masukan MUI dan Ormas Islam tersebut akan menjadi pedoman Disnakeswan untuk memberikan edukasi bagi masyarakat.
Ia juga berpesan kepada masyarakat agar daging di bagian kepala, tulang, jeroan dan kaki dari hewan yang disembelih harus direbus terlenih dahulu, minimal selama 30 menit. “Dua hari lagi kita akan mengundang MUI dan Ormas Islam untuk meminta masukan dan petunjuk untuk kepentingan umat Islam agar tidak ada kegundahan dan tetap bisa berkurban meski ada wabah PMK,” pungkasnya.[riq/kun]






