Malang (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mendirikan posko di masing-masing Sekolah Dasar demi mempermudah pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Posko ini bisa dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan bantuan dan pendampingan selama masa PPDB berlangsung.
“Di masing-masing sekolah baik SD maupun SMP kami bentuk posko. Kalau ada permasalahan, maka diselesaikan disitu. Kalau memang masih ada kendala atau tidak selesai, bisa lempar ke kami,” kata Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, Selasa (7/6/2022).
Suwarjana mengungkapkan pelaksanaan PPDB di Kota Malang sampai saat ini masih berjalan lancar. Untuk keluhan yang masuk ke posko setiap harinya tidak lebih dari 20 orang. Keluhan didominasi persoalan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis PPDB. Seperti, jalur mutasi orang tua misalnya, banyak yang beranggapan siswa yang bersangkutan pasti diterima, padahal tergantung kuota yang tersedia di sekolah yang dituju.
“Untuk PPDB yang SD sudah selesai, minggu ini untuk jalur prestasi rapor, minggu depan zonasi. InsyaAllah semua aman, keluhan sehari tidak lebih dari 20 orang. Hanya soal pemahaman saja, kalau kami beri pemahaman masyarakat akan paham. Keluhannya soal mutasi orang tua. Belum tentu diterima tergantung kuota di masing-masing sekolah. Sehingga kami sarankan jangan hanya pilih satu sekolah,” ujar Suwarjana.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-malang”]
Selain mendirikan posko di setiap sekolah, Disdikbud juga menggandeng sejumlah pihak dalam proses PPDB ini. Untuk penerimaan jalur prestasi lomba di bidang olahraga Disdikbud meminta bantuan KONI.
“Insya Allah semua sudah kami siapkan, juklak juknis juga sudah kami susun oleh tim. Tidak hanya disdikbud, tetapi juga dewan pendidikan, pengawas, MKKS dan lainnya, jadi kami tidak bekerja sendiri,” tandasnya. [luc/but]






