Gresik (beritajatim.com) – Jalan Pantai Utara (Pantura) Manyar Gresik kembali makan korban. Kali ini, pengayuh sepeda angin tanpa identitas tewas di tempat kejadian perkara (TKP) usai dilindas truk AG 8098 UT yang melintas di jalan nasional tersebut.
Kejadian yang menewaskan pengayuh sepeda itu bermula saat truk trailer AG 8098 UT berjalan dari arah selatan menuju ke utara. Sewaktu melintas di Jalan Pantura Manyar. Tepatnya, masuk wilayah Desa Manyarejo. Pengemudi truk trailer Samsul Arifin (55) asal Mojoagung, Jombang, tidak memperhatikan arah depan dengan jelas.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan”]
Karena pandangan tidak jelas, dari arah berlawanan muncul pengayuh sepeda angin tanpa identitas. Sehingga, terjadi kecelakaan. Korban Mr X (tanda identitas) yang menggunakan sepeda angin tewas seketika karena tubuhnya terlindas roda kendaraan truk trailer. “Pengemudi truk trailer sudah kami amankan karena menyebabkan korban jiwa,” ujar Kanit Laka Satlantas Polres Gresik, Ipda Suharto, Minggu (15/05/2022).
Perwira pertama Polri itu menjelaskan jenazah Mr X sudah dievakusi dari lokasi kejadian. Kemudian dimintakan visum jenazah dari RSUD Ibnu Sina Gresik. “Jenazahnya sudah dievakuasi, kami juga menelusuri jejak korban. Pasalnya, saat kejadian tidak mengantongi identitas apapun,” paparnya.
Suharto juga menghimbau kepada warga yang melintas di Jalan Pantura Manyar, Gresik, tetap berhati-hati. Ini karena jalan nasional tersebut, kerap kali menelan korban jiwa.
Kondisi jalan yang lurus serta berkelok, dan agak sempit membuat pengguna jalan yang melintas wajib berhati-hati, dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. “Jalan pantura ini masuk kategori black spot karena rawan menyebabkan kecelakaan jadi harus berhati-hati,” pungkas Suharto. [dny/kun]






