Mojokerto (beritajatim.com) – Siapa yang tak kenal dengan Toto Asmuni atau yang dikenal dengan nama Asmuni. Asmuni merupakan adalah salah satu pelawak senior Indonesia yang berasal dari grup Srimulat. Ia terkenal dengan “aksesoris” kumis kecil ala Charlie Chaplin dan blangkon-nya.
Pelawak yang meninggal tahun 2007 ini memiliki rumah makan di Jalur By Pass Mojokerto, tepatnya di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Bagi pemudik yang melalui jalur ini bisa mampir ke rumah makan dengan nama Rujak Cingur’e Asmuni dengan menu andalan tentunya rujak.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kuliner”]
Salah satu kuliner khas Jawa Timur dengan irisan beberapa jenis buah seperti timun, kerahi (krai, yaitu sejenis timun khas Jawa Timur), bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong, kemudian ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo, cingur, serta sayuran seperti kecambah/taoge, kangkung, dan kacang panjang.
Tak lupa juga potongan cingur. Dalam bahasa Jawa kata cingur berarti “mulut”, hal ini merujuk pada bahan irisan mulut atau moncong sapi yang direbus dan dicampurkan ke dalam hidangan. Semua bahan tadi dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, air matang untuk sedikit mengencerkan.
Bumbu terdiri dari gula merah, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam, dan irisan tipis pisang biji hijau yang masih muda (pisang klutuk). Semua bumbu dicampur dengan cara diulek, kemudian diberi topping cingur. Di dalam rumah makan yang cukup luas ini, terdapat foto-foto Asmuni bersama anggota Srimulat yang dipanjang di tembok.
Rumah makan ini, sang anak sematang Asmuni bersama sang istri Antina, Astina. Rumah makan Rujak Cingur’e Asmuni dibangun pada tahun 1993. Kala itu, pria kelahiran Jombang tersebut masih sibuk berkarir bersama grup lawak Srimulat yang membesarkan namanya di Jakarta.
“Dulu itu bapak (Almarhum Asmuni, red) yang cari uang, saya yang mengelola cari tempat untuk usaha. Meski namanya rujak tapi ada menu lainnya, seperti rawon, soto, pecel, krengseng ati, ayam bumbu rujak, dan nasi rames. Rawon sama rujak yang sekarang jadi primadona,” ujar sang anak, Astria, Minggu (1/5/2022).
Tidak seperti pada umumnya, kuah rawon di rumah makan yang terletak di jalur dari Surabaya di sisi kiri jalan ini, kuahnya terlihat lebih bening. Menurut Astria tidak ada resep khusus. Hanya saja mempertahankan prinsip keluarga yang menerapkan memasak tanpa menggunakan penyedap rasa.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lebaran-2022″]
“Untuk resep rujak, ada dua macam petis. Tidak ada bedanya dengan rujak cingur di tempat ini dengan yang lain. Kalau dulu yang mengecek kualitas, almarhum ayah. Ini enak, kurang ini. Tapi sekarang yang mengecek suami. Istimawanya di sini porsinya besar, kalau ada anak pacaran, saya bilangin daripada tidak habis mending sepiring berdua,” katanya.
Ibu beranak tiga ini menuturkan, rumah makan Rujak Cingur’e Asmuni ini juga pernah disinggahi artis-artis papan atas Ibu Kota, yang merupakan teman-teman mendiang Asmuni. Seperti Tukul Arwana, Tarzan, Gogon, hingga mantan pelawak Srimulat lainnya. Rumah makan Rujak Cingur’e Asmuni buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB.
Bagaimana? Apa Anda tertarik untuk mampir mencicipi Rujak Cingur’e Asmuni dengan porsi besar ini saat mudik nanti? Tidak rugi bagi para pemudik yang melepas penat di tempat ini karena makanan yang enak, tempat parkir juga begitu luas. Apalagi pelayanannya yang cepat dan ramah, tempatnya pun nyaman bergaya khas rumah jaman dulu. [tin/suf]






