Batu (beritajatim.com) – Museum Srimulat telah diresmikan terhitung sejak Kamis (8/8/2024).
Peresmian museum yang terletak di Jalan Mardian, Bumiaji, kota Batu ini turut dihadiri sejumlah nama penting grup Srimulat dan keluarga, turut hadir juga Cak Percil CS dan Komeng.
Tak hanya itu peresmian bertajuk ‘Srimulat Tak Pernah Tamat” ini juga diramaikan dengan pertunjukan spesial dari tim tari museum Gubug Wayang ‘Kecak Dance’.
Marketing Museum Srimulat, Ika Welas Lestari menyebut bahwa pembukaan ini dimulai pukul 14.00 sampai selesai.
Dalam museum terdapat beragam bagian pendukung pertunjukan grup komedi Srimulat. Mulai dari naskah drama, poster, majalah, kostum, aksesoris, alat musik, kendaraan, kaset hingga dokumentasi foto dan video.
Tidak hanya itu, museum Srimulat juga menghadirkan sejumlah wayang golek yang menampilkan wajah personel Srimulat. Pendirian museum ini juga berdasarkan sepengetahuan dari personel Srimulat.
Marketing Museum Srimulat, Ika Welas Lestari mengatakan, barang-barang di museum Srimulat ini asli didapat dari para personel. “Barang ini milik ownernya. Jadi owner itu memang kolektor Srimulat,” ujar Ika saat peresmian, Kamis (8/8/2024).
Diketahui, pemilik museum ialah kolektor bernama Yensen asal Surabaya yang juga pemilik Museum Ganesha di Hawai Waterpark Kota Malang.
Dijelaskan Ika Welas bahwa Museum Srimulat mengabadikan warisan budaya Indonesia dengan salah satu ikon komedi paling legendaris: Srimulat. Tempat ini menjadi cagar budaya yang tak ternilai karena Srimulat adalah nama yang membawa tawa dan keceriaan bagi generasi Indonesia selama puluhan tahun.
“Maksud pendirian tempat ini adalah untuk mengenang dan menghormati kontribusi tak terlupakan para seniman dan komedian yang menjadi bagian dari perjalanan panjang komedi Indonesia. Museum Srimulat kami harap menjadi rumah warisan kreatif dan kejenakaan yang tak terlupakan,” ucapnya.

Di dalam museum ini ada berbagai tempat yang bisa dieksplorasi pengunjung. Pameran Srimulat Legend wahan nostalgia berisi kostum, alat musik, properti panggung, dan benda bersejarah lain saat era kegemilangan Srimulat.
“Pengunjung juga bisa menikmati Galeri Foto dan Video untuk menelusuri kembali masa emas Srimulat. Di situ kita bisa melihat kumpulan foto dan video yang menggambarkan momen klasik dan menggelitik dari pertunjukan mereka,” lanjutnya.
Ada juga teater interaktif yang menyajikan pertunjukan teater interaktif dengan gabungan unsur tradisional dengan teknologi modern. Pengunjung juga bisa bersantai di Kafe dan Toko Souvenir.
“Santai dan nikmati minuman serta makanan ringan di kafe kami yang nyaman, sambil menjelajahi berbagai souvenir unik yang terinspirasi oleh Srimulat untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan,” katanya.
Museum dibuka setiap hari sejak pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB. Pengujung bisa menikmati fasilitas di Museum Srimulat dengan harga tiket Rp 25 ribu.
“Selain museum, kami juga siapkan rest area dan restoran. Dengan kapasitas maksimum 700 pack, kami siap menyambut tamu dalam jumlah besar, baik untuk acara keluarga, perusahaan, maupun rombongan wisata,” ungkapnya menutup. (dan/ian)






