Kediri (beritajatim.com) – Polda Jawa Timur menetapkan satu tersangka atas kasus ledakan petasan di Kediri. Ledakan menyebabkan satu rumah milik Bowo di Dusun Balungcino, Desa Blaru, Kecamatan Badas hancur dan lima orang terluka
Dirreskrimum Polda Jatim, Komisaris Besar Totok Suharyanto, mengungkapkan tersangka berinisial F, merupakan pemilik atau pembeli bahan petasan. Penetapan tersangka didasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan olah TKP.
“Yang kita tetapkan tersangka ini merupakan pemilik atau pembeli bahan petasan,” kata Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Totok Suharyanto di lokasi, pada Sabtu (30/4/2022).
Kepada petugas, F mengaku membeli bahan petasan ke wilayah Surabaya secara online. Bahan petasan tersebut diracik oleh empat orang korban di rumah Bowo.
“Kita sedang kembangkan, (pemasok bahan peledak petasan) ada di Surabaya ya,” kata Totok.
Selain membeli, F juga berada di lokasi saat petasan itu meledak dan menghancurkan rumah milik Bowo. “F yang hanya melihat dan menyuruh empat orang lainnya meracik petasan itu mengalami luka ringan di kakinya,” jelasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kediri”]
Setelah petasan meledak, tersangka sempat membawa para korban ke Rumah Sakit HVA Toeloengredjo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Dia juga meminta seorang saksi untuk membuang sisa bahan petasan ke aliran Sungai Konto.
Sementara itu, Tim Labfor Polda Jatim telah melakukan olah TKP ledakan petasan. Olah TKP dipimpin langsung oleh Totok, dihadiri Kasubdit Jatanras Polda Jatim AKBP Lintar dan timnya serta Kapolres Kediri, AKBP Agung Setyo Nugroho.
Ledakan keras dari petasan telah meluluhlantakkan rumah Bowo di Dusun Balungcino, Desa Blaru, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Selain itu, ada lima orang yang dilaporkan menjadi korban.
Lima korban terdiri dari empat orang luka parah masing-masing Pandi, Ardiansyah, Wahyu, dan Berlian dan satu orang luka ringan atas nama Wandi. Para korban sedang dirawat di RS HVA Toeloengrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
“Korbannya sebanyak lima orang. Empat luka parah dan langsung kita lari kan ke RS HVA Pare, sedangkan satu korban hanya luka ringan,” kata Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, pada Sabtu dini hari (30/4/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”kediri”]Kapolres datang ke TKP. Dia memeriksa kondisi rumah yang hancur akibat ledakan. Bagian terparah yang mengalami kerusakan pada dinding depan. Hanya menyisakan tiang penyanggga.
Tembok rumah dadi tatanan batu bata ambruk berserakan. Pun demikian dengan kaca jendela. Bangunan rumah hancur karena saking dahsyatnya ledakan petasan.
Untuk penyelidikan, polisi memasang police line di TKP. Rumah tersebut masih belum aman. Karena dipakai meracik petasan, maka dikhawatirkan ada sisa bahan peledak di dalamnya.
Kapolres menambahkan, rumah yang rusak dipakai oleh para korban meracik petasan. Rencananya, petasan dengan berbagai ukuran itu akan dinyalakan untuk menyambut Idul Fitri yang hanya tinggal beberapa hari saja.
“Jadi rumah ini tempat untuk meracik petasan. Dan kita sudah amankan belasan selongsong petasan dan alat yang digunakan untuk meracik petasan,” tutup AKBP Agung. [nm/beq].






