Jember (beritajatim.com) – Kontraktor perbaikan jalan di Kabupayen Jember, Jawa Timur, yang tidak bekerja dengan baik akan mendapat catatan dari pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan proyek tahun berikutnya.
Hal ini dikemukakan Bupati Hendy Siswanto setelah mengevaluasi proyek pembangunan jalan di sejumlah titik di Kabupaten Jember, Selasa (26/4/2022). “Alhamdulillah, perkembangan pembangunan jalan selama ini sudah cukup bagus progress-nya. Cuma ada satu dua yang masih agak lambat,” katanya.
“Tentunya saya minta dilakukan re-schedulling (penjadwalan ulang), untuk mengatur kecepatan kegiatan, speed-nya ditambah dengan waktu yang terbatas. Setelah dihitung, nanti akan ketahuan berapa kebutuhan material, alat, tenaga,” kata Hendy.
“Harapan saya pada akhir Ramadan ini dan Idulfitri, bisa maksimal 55-60 persen (pembangunan jalan) bisa tercapai. Target kami 65 persen. Semua pekerjaan ini kontraknya berakhir pada akhir Juli 2022 kalau tidak salah,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-jember”]
Hendy sudah mengingatkan kontraktor proyek pembangunan jalan. “Kalau Anda terlambat, memang ada aturan akan didenda. Tapi yang jelas akan jadi catatan kami untuk memberikan pekerjaan pada tahun berikutnya. Itu catatan, bahwa Anda terlambat. Denda bisa, wajib itu denda. Cuma untuk pekerjaan berikutnya, kami akan hati-hati memberikannya kepada kontraktor tersebut,” katanya.
Hendy memperkirakan perbaikan 500 kilometer jalan sudah selesai. “Saya minta tolong kepada warga untuk mengingatkan sopir truk tidak melewati jalan dengan beban melebihi ketentuan tonase, agar jalan awet dan tidak cepat rusak,” katanya.
Sebelumnya, Bupati Hendy Siswanto sempat marah, karena ada kontraktor pembangunan jalan di Kabupaten Jember, Jawa Timur yang bekerja lamban. Mereka terlambat dalam memulai pekerjaan, sehingga target sebagian jalan mulus saat lebaran tidak terwujud.
Dalam salah satu sidak, Hendy mencecar konsultan dan petugas lapangan pembangunan jalan di Kecamatan Mumbulsari. “Yak opo iki? Senin saya minta laporannya. Kasihkan ke Pak Kepala Dinas, action plannya seperti apa. Kontraktor tanda tangan. Yang jelas ini sudah melanggar kontrak. Tapi masih mungkin bisa kalau memang ada keseriusan,” katanya.
Hendy meminta agar ketersediaan semua perlengkapan untuk melakukan pengaspalan jalan benar-benar dicek. “Hari ini minggu ini katakan ada berapa alat. Pakai berapa AMP (Asphalt Mixing Plant), dua AMP katakanlah. Materialnya berapa yang harus dipakai, tenaganya berapa. Cek semua. Apa tindakan konsultan kalau dari awal sudah terlambat,” katanya kepada pengawas proyek di lapangan. [wir/kun]






