Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Asosiasi Peternak dan Pedagang Sarang Walet Indonesia (APPSWI) mengeluhkan kesulitan menjual produk sarang walet ke luar negeri (ekspor) utamanya ke negeri China.
Padahal, berdasarkan data yang mereka punya, China membutuhkan 6000 Ton sarang walet tiap tahunnya.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum APPSWI, Wahyudin Husein saat menggelar acara buka bersama di hotel Vasa, Surabaya, Minggu (17/04/2022) malam.
Dalam Acara yang juga dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tersebut, Husein juga menyampaikan tiap tahunnya, peternak dari Jawa Timur mampu menyumbang 30% dari kebutuhan ekspor sarang walet ke luar negeri.
“Sarang Walet ini potensinya luar biasa. China itu butuh 6000 ton tiap tahunnya, namun Indonesia yang diakui produk sarang waletnya terbaik hanya dibatasi eksport 1500 Ton. Artinya, ruang masih luas untuk memenuhi kuota tersebut,” ujar Wahyudin.
Selain itu, Wahyudin juga mengungkapkan potensi penyerapan tenaga kerja yang lebih luas saat para pengusaha sarang walet bisa mempunyai kebebasan ekspor. Ia mengaku telah mencoba berbagai hal bahkan hingga menemui para menteri untuk memperjuangkan nasib peternak dan pedagang sarang walet.
“Produksi terus bertambah namun ekspor dibatasi kan harga jadi hancur. Bayangkan, berapa tenaga kerja yang bisa diserap, (jika ekspor tidak dibatasi). khususnya di Jawa Timur. Ini adalah potensi besar untuk membantu ekonomi Jawa Timur,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gubernur-jatim”]
Menanggapi hal tersebut, Khofifah lantas menyarankan APPSWI untuk membentuk tim kecil dan merumuskan permasalahan dan potensi yang bisa mereka sampaikan ke Presiden Jokowi. Ia berjanji akan menjembatani APPSWI untuk bertemu dengan Presiden Jokowi yang dijadwalkan hadir pada Rabu, (20/04/2022) mendatang.
“Bentuk tim kecil untuk memetakan masalah dan kondisi. Akui ada potensi besar dan dan butuh koneksitas dan keputusan high level,” ujar Khofifah saat memberikan sambutan.
Khofifah juga menjelaskan, sebelumnya ia sudah berkoordinasi dengan menteri perdagangan, menteri pertanian, menteri perindustrian dan menteri luar negeri untuk membahas regulasi ekspor sarang walet.
“Saya diundang ratas (rapat terbatas) oleh pak mendag, pak mentan, pak menperin dan bu menlu. Bu menlu perannya penting,karena apa yang jadi battle next itu bisa masuk di market china, memang itu yang harus diurai,” pungkasnya. (ang/ted)






