Ponorogo (beritajatim.com) – Bulan Ramadan, menjadi kesempatan untuk berbagi ke sesama. Puluhan emak-emak jauh-jauh dari Suranaya ke Ponorogo untuk melakukan berbagi sedikit rezekinya. Emak-emak yang tergabung di Bening’s Indonesia distributor Surabaya ini berbagi kepada warga disabilitas di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Ponorogo. Mereka membagikan 50 paket sembako dan uang tunai kepada warga yang dulu dikenal sebagai kampung idiot itu.
“Di bulan Ramadan ini, kami ke Ponorogo untuk berbagi ke sesama saudara di kampung idiot Karangpatihan. Berbagi rezeki ini untuk kaum disabilitas disana,” kata Distributor Bening’s Surabaya, Manda Rifianto, Minggu (17/4/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”ramadan”]
Dengan diantar oleh Eko Mulyadi, Kepala Desa Karangpatihan, ibu-ibu milenial itu berkunjung satu per satu ke rumah warga disabilitas. Di sana mereka memberikan langsung bantuan paket sembako dan uang tunai itu kepada warga tuna grahita tersebut.
Selain mengunjungi rumah-rumah kaum disabilitas, oleh Eko Mulyadi rombongan dari Surabaya ini juga diajak singgah ke Rumah Harapan. Ya, Rumah Harapan ialah tempat untuk pemberdayaan para penyandang disabilitas di Desa tersebut. Yakni dengan pembuatan keset, batik ciprat dan kerajinan lainnya. “Alhamdulillah, meski disabilitas tetapi mereka sangat produktif. Bisa menghasilkan karya batik ciprat, ayaman dan keset,” katanya.
Manda mengaku dirinya dan teman-temannya sangat excited bisa berbagi di Desa Karangpatihan. Dia awalnya tidak tahu, jika di Ponorogo ada tempat yang sebagian warganya mengalami disabilitas. “Semoga ke depan bisa kembali berbagi disini. 50 paket sembako tadi semoga bisa bermanfaat bagi mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Karangpatihan Eko Mulyadi sangat bersyukur dapat kunjungan tim Bening’s dari Surabaya. Selain melihat kegiatan pemberdayaan warga di Desa Karangpatihan, mereka juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai kepada 50 warga disabilitas. “Terimakasih teman-teman Bening’s yang jauh-jauh dari Surabaya untuk berbagi rezeki di desa kami,” ungkap Eko Mulyadi.
Eko menjelaskan bahwa warga disabilitas selama ini berusaha dilakukan pemberdayaan ekomoni. Yakni mulai dengan membuat batik ciprat, keset dan anyaman lainnya. Ada juga yang dipercaya untuk memelihara kambing. Sementara untuk disabilitas kategori berat, langsung dilakukan pemberian bantuan setiap bulan oleh pemerintah desa. “Kaum disabilitas di desa Karangpatihan, beruha kita lakukan pemberdayaan ekonomi di Rumah Harapan,” pungkasnya. (end/kun)






