Surabaya (beritajatim.com) – Bagi para pekerja, lingkungan kerja menjsdi rumah kedua untuk menghabiskan waktu. Bagaimana tidak? Dari pagi hingga sore kalian akan berada di tempat kerja, pulang ke rumah hanya untuk beristirahat. Itulah sebabnya, lingkungan kerja menjadi salah satu pengaruh untuk mood, produktivitas, atau mungkin kesehatan mental kalian.
Tanpa kalian sadari, banyak sekali lingkungan kerja yang toxic. Mungkin awalnya kalian akan merasa nyaman, suasana kerja baik, begitupula dengan rekan kerja. Namun lambat laun kalian akan merasakannya, ketidaknyamanan bahkan hingga mengganggu aspek lain dalam hidup kalian.
International Journal of Environmental Research and Public Health menyebutkan bahwa lingkungan kerja toxic dapat memengaruhi kesejahteraan karyawan bahkan menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan mentalnya. Yang bisa memici stress, tekanan psikologis, hingga burnout atau kelelahan secara emosional, fisik, dan mental.
Alih-alih menjadi karyawan produktif, hal tersebut justru akan membuat kalian bekerja secara tidak maksimal. Jangan sampai terjebak di dalamnya, berikut ciri-ciri lingkungan kerja toxic yang perlu kalian ketahui!
· Beban kerja melebihi kemampuan
Di awal mungkin kalian akan berpikir bahwa pekerjaan tersebut mudah. Jika merasa sebaliknya, itu artinya kalian harus bekerja lebih keras lagi. Padahal, bisa jadi kalian sedang menghadapi beban kerja yang tidak realistis dan mungkin diluar kemampuan kalian.
Salah satu contoh yang sering kalian temui adalah tugas yang diberikan diluar jobdesk, namun kalian harus tetap mengerjakannya. Hal tersebut bisa membuat kalian merasa stres hingga depresi.
Jika menghadapi kondisi seperti itu, maka dengan tegas katakan bahwa tugas tersebut bukanlah bidang dan kewajiban kalian. Prioritaskan diri kalian dan kesehatan kalian sendiri.
· Bekerja lebih dari delapan jam sehari
Normalnya orang bekerja dengan waktu delapan jam sehari, kecuali sebelumnya sudah tercantum dalam persyaratan pekerjaan yang disetujui, atau untuk pekerjaan tertentu. Tetapi nyatanya masih banyak tempat bekerja yang mempekerjakan karyawannya lebih dari delapan jam, belum lagi dengan lembur-lembur yang harus dilakukan.
Kalian perlu mempertanyakan hal tersebut jika tidak sesuai dengan perjanjian di awal. Ditambah jika lembur yang kalian lakukan tidak mendapat gaji tambahan.
· Rekan yang menjatuhkan
Tidak hanya sistem, rekan kerja juga bisa toxic. Tak jarang diantara mereka berlomba-lomba untuk saling menjatuhkan. Atau bahkan atasan yang memiliki sifat toxic karena terus menerus menyalahkan tanpa memberi arahan, tentu ia bukanlah atasan yang baik.
· Tidak pernah dihargai
Sebagai karyawan, tentu saja kalian selalu ingin melakukan yang terbaik semampu kalian. Namun, pada lingkungan kerja yang toxic, sebagus apapun kinerja kalian pasti tetap akan menuai cibiran. Usaha kalian akan terlihat kecil dan remeh.
Hal ini berbeda dengan kritikan, karena kritik disertai dengan saran yang membangun. Namun cibiran akan dilayangkan tanpa pembenaran yang tepat.
· Hidup tidak seimbang
Pada lingkungan kerja yang toxic, kalian akan terbuai di dalamnya. Hingga tanpa sadar kalian semakin jauh dengan aspek kehidupan lainnya, seperti keluarga dan teman. Kalian mungkin akan lupa kapan terakhir kali kalian menjalankan hobi.
· Terus merasa cemas
Kecemasan dapat berasal dari banyak hal di luar pekerjaan, tetapi lingkungan kerja yang toxic pasti dapat memicu tingkat stres dan kekhawatiran yang tidak sehat. Maka perlu dicari tahu apa penyebab kecemasan yang terus melanda.
Terlebih jika diikuti gejala insomnia, stres, merasa tertekan dan emosi tidak stabil, maka itu merupakan pertanda lingkungan kerja toxic yang perlu segera dihindari. (mnd/ian)






