Surabaya (beritajatim.com) – Selain kucing, anjing, burung, atau kelinci, salah satu hewan menggemaskan yang bisa dijadikan peliharaan adalah hamster. Hewan pengerat daru subfamili Cricetinae ini memiliki tingkah yang lucu dan cocok untuk dijadikan teman di rumah.
Kalian mungkin sering melihat hewan imut ini dijual di pasaran, namun nyatanya ada berbagai jenis hamster yang umum untuk dipelihara. Seperti jenis Winter White, Roborovski, Syrian, dan Campbell.
Jika banyak orang mengeluhkan hamster miliknya mudah mati, itu artinya tak hanya karena rentang hidup yang berbeda setiP jenisnya, namun juga karena pemeliharaan yang kurang baik.
Meski terlihat mudah, ada baiknya untuk membekali diri dengan pengetahuan tentang memelihara hamster sebelum memutuskan untuk merawatnya.
Oleh karena itu, berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan ketika merawat hamster!
1. Pemilihan kandang dan perabotannya
Seperti yang sering kalian lihat, kebanyakan hamster yang dijual berada dalam kandang berupa jeruji. Seperti kandang kucing berukuran mini. Faktanya, kandang model tersebut dirasa kurang tepat.
Lebih disarankan untuk menggunakan akuarium sebagai kandang hamster dengan luas lantai minimal 60 cm. Tak lupa tambahkan alas yang berasal dari kertas, serat selulosa, atau serutan aspen, atau bisa juga pasir khusus hamster yang tebal.
Fungsi dari alas ini adalah untuk menyerap urine sekaligus menciptakan rumah yang nyaman bagi hamster. Pastikan alasnya memiliki ketinggian minimal 2 inci (5 cm) dari lantai kandang,
2. Mainan dan tempat bersembunyi
Masih seputar perabotan kandang, salah satu hal yang tidak boleh kalian lupakan adalah mainan dan tersedianya tempat bersembunyi bagi hamster.
Sediakan beberapa mainan seperti roda putar bertujuan agar hamster dapat aktif bergerak dan tidak stress. Tetapi pastikan roda putar memiliki ukuran yang pas dengan tubuh hamster, tidak terlalu kecil atau besar.
Selain itu, kalian bisa menyiapkan tempat persembunyian yang terbuat dari karton penggulung tisu, potongan kayu yang berlubang, atau batok kelapa. Ini karena bersembunyi adalah cara alami hamster untuk melindungi dirinya sendiri.
Sebab, dalam rantai makanan, hamster sejatinya adalah mangsa (prey animal). Sehingga, mereka membutuhkan tempat untuk bersembunyi saat gugup, takut, atau tidur.
3. Makanan
Hamster memang identik dengan biji bunga matahari. Faktanya, hamster yang memakan terlalu banyak biji bunga matahari bisa menyebabkan penambahan berat badan yang berlebihan akibat kandungan lemak yang tinggi. Selain itu, juga bisa memicu diare karena kandungan vitamin C di dalamnya.
Akan lebih baik jika hamster diberi kombinasi gizi seimbang dari pelet, buah, dan sayur. Sayuran yang disarankan untuk hamster adalah wortel, brokoli, bayam, kacang hijau, asparagus, dan lobak. Sementara, buah yang dianjurkan adalah apel, pir, stroberi, blueberry, hingga persik. Bahkan, hamster boleh makan telur rebus untuk asupan protein.
4. Camilan
Selain makanan pokok, hamster juga perlu diberi makanan tambahan berupa camilan secara teratur sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu. Kalian bisa mendapatkan berbagai jenis camilan hamster di toko hewan peliharaan, seperti keripik yogurt, coklat khusus hamster, dan potongan kayu kunyah.
5. Kebersihan
Mengeluhkan hamster yang mengeluarkan bau? Ini tandanya kalian diharuskan untuk segera membersihkan kandang hamster. Bersihkan kandangnya secara teratur menggunakan air hangat dan sabun agar hamster dapat hidup dengan nyaman. Termasuk alas yang juga harus diganti setidaknua sekali salam seminggu.
Sudut tempat hamster buang air kecil mungkin akan terlihat noda kerak putih akibat sifat asam urin. Bersihkan dengan bahan yang abrasif dapat membantu, misalnya sikat stainless, sabut, atau sikat. Jika tidak dibersihkan teratur, noda ini dapat menjadi permanen dan sangat sulit dibersihkan.
Selain itu, disarankan agar kandang hamster diletakkan di tempat terang dengan suhu antara 64-75°F (17-23°C), namun jauhkan dari paparan sinar matahari langsung.
Selain lima tips di atas, salah satu hal yang wajib kalian hindari adalah mencampur berbagai jenis hamster dalam satu kandang. Alih-alih menjadi kawanan, hamster-hamster tersebut justru akan bertengkar.
Ini karena hamster merupakan hewan teritorial di mana ia sangat menjaga daerah kekuasaannya dan tidak ingin berbagi bersama hamster lainnya.(mnd/ian)






