Jombang (beritajatim.com) – Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Basuki Hadimuljono menyebut bahwa peresmian Jembatan Ploso Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang dilakukan pada Jumat (8/4/2022) adalah untuk keperluan arus mudik. Karena dengan adanya jembatan baru tersebut bisa mengurai kemacetan.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penekanan tombol secara bersama oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Anggota DPR RI Komisi V Sadarestuwati dan Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab. Begitu tombol dipencet, tepuk tangan hadirin langsung pecah.
Basuki menjelaskan, peresmian jembatan tersebut merupakan perintah dari dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Basuki sebelumnya menyampaikan ke presiden bahwa Jembatan Ploso Kabupaten Jombang sudah jadi. Hal itu untuk mengganti jembatan brantas yang lama yang sudah tidak layak.
“Pak Presiden memerintahkan agar Jembatan Ploso yang baru ini segera dibuka. Hal itu untuk persiapan arus mudik. Yakni untuk mengurai kemacetan. Beliau menyampaikan salam ke Bupati dan seluruh masyarakat Jombang. Jadi saya ke Jombang ini atas perintah Pak Presiden,” kata Basuki dalam sambutannya.
Menteri PUPR juga menyinggung bahwa persipan mudik terus dilakukan, salah satunya adalah dengan melakukan peresmian Jembatan Ploso Jombang. Pasalnya, tahun ini sebanyak 79 sampai 85 juta orang akan mudik. Dari jumlah itu, 47 persen melewati jalur darat. “Jadi kita harus benar-benar siap. Makanya kita lakukan monitoring jalur tol dan non tol,” kata Basuki.
Basuki Hadimuljono juga membeberkan 3 tujuan dan syarat aman bertransportasi. Menurutnya, orang bertransportasi itu punya 3 tujuan. Yakni, ingin lebih aman, lebih cepat, dan lebih murah. “Nah, dari ini ada 3 juga syaratnya. Prasarana yang bagus, regulasi yang bagus, perilaku pengguna bagus,” jelasnya.
Aspek regulasi misalnya. Jembatan ini tidak boleh menjadi tempat jualan ataupun tempat hiburan (swafoto). Aspek perilaku pengguna yakni apabila pengendara ugal-ugalan akan terjadi peningkatan resiko kecelakaan di jembatan ini nantinya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”menteri-pupr”]
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi V, Sadarestuwati meminta Pemkab Jombang untuk menambahkan tiang lampu. Selain itu, Jembatan Ploso agar difungsikan sebagaimana mestinya. Diharapkan bisa menggerakkan ekonomi warga. Kawasan utara Sungai Brantas ini dikenal sebagai penghasil tembakau. “Dengan adanya jembatan ini potensi ekonomi itu diharapkan semakin meningkat,” kata Sadarestuwati.
Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab didampingi Sekdakab Jombang, Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Kepala OPD terkait menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak sehingga Jembatan Ploso selesai dan kini telah diresmikan.
Bupati berharap dengan tersedianya infrastruktur jembatan ini dapat meningkatkan kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pembangunan Kabupaten Jombang maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jombang.
“Saya juga berharap apa yang telah disampaikan dan menjadi harapan pak Menteri dalam pemanfaatan jembatan Ploso ini dapat dilaksanakan juga dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Bupati Mundjidah Wahab.
Hadirnya Jembatan Ploso baru ini sangat penting untuk konektivitas antar-kawasan. Karena dengan jembatan tersebut akan mengurai simpul kemacetan akibat pertemuan lalu lintas dari 3 arah. Jembatan ini menghubungkan dari dan menuju Jalan Raya Gedek-Ploso arah Mojokerto, Jalan Babat-Jombang arah Lamongan, dan Jalan Jombang-Ploso arah Jalan Tol Trans Jawa di Gerbang Tol Jombang.
Jembatan Ploso dibangun dengan masa pelaksanaan 463 hari kalender sejak tanggal kontrak 25 September 2020. Pembangunan jembatan ini selesai pada akhir Desember 2021. Biaya pembangunannya bersumber dari APBN Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur dan Bali senilai Rp 137,7 miliar.
Kontraktor pelaksana pembangunan Jembatan Ploso adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, konstruksi Jembatan Ploso berbentuk flyover (jalan layang) bercabang seperti huruf Y dengan total panjang 1,27 kilometer.
Struktur jembatan terdiri dari 4 abutmen dengan jumlah pilar 13 pier dan lebar lajur 7 meter. Jembatan ini semakin klop karena dilengkapi sistem drainase untuk mengantisipasi terjadinya genangan saat turun hujan. Jembatan Ploso baru ini dibangun sekitar 500 meter dari jembatan eksisting, untuk mengurangi beban lalu lintasnya dengan dua lajur fungsional. [suf]







