Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam kembali mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, agar bekerja produktif di era revolusi industri 4.0 yang menuntut kecepatan dan ketepatan.
Sebab di era saat ini, sangat banyak berbagai tantangan yang sebelumnya justru tidak terbayangkan. Terlebih dengan adanya pandemi Coronavirus Disease 2019 yang melanda dunia, termasuk Indonesia, khususnya di Pamekasan dan membuat tatanan kehidupan melambat.
“Pada era saat ini, kita dihadapkan dengan era yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni berupa fenomena yang sebelumnya tidak terbayangkan. Pertama revolusi industri dan disrupsi, kedua pandemi (Covid-19),” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Kamis (7/4/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-Pamekasan”]
Fenomena tersebut tentunya menuntut ASN harus bekerja di luar kebiasaan, apalagi reformasi birokrasi juga menjadi salah satu program prioritas yang harus dilaksanakan dalam kondisi yang tidak menentu. “Revolusi industri menghendaki kolaborasi, inovasi dan kecepatan. Sementara pandemi menghendaki pembatasan sosial,” ungkapnya.
“Anomali revolusi industri dan pandemi dalam dua tahun terakhir ini merupakan sebuah keniscayaan yang barus kita hadapi. Sebagai pemimpin kita justru dihadapkan pada realitas ini,” sambung bupati muda yang akrab disapa Mas Tamam.
Parahnya, beragam informasi hoaks juga bermunculan di berbagai media sosial dengan kondisi masyarakat yang belum dapat menyaring beragam informasi secara seksama. Sehingga tidak jarang kerja yang benar justru kalah dengan informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”badrut-tamam”]
“Kondisi ini tentunya menuntut kita semua, termasuk para ASN di lingkungan pemkab Pamekasan, agar belajar lebih dalam lagi tentang IT (Informasi Teknologi), serta beberapa hal lain yang mengitari era revolusi industri ini,” jelas Mas Tamam.
Dari itu, pihaknya mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan instansi yang dipimpinnya, agar berpikir ekstra ordinary, serta berpikir luar biasa untuk memiliki daya saing yang tangguh di tengah pandemi. “Era ini menuntut kita semua melakukan beberapa inovasi konkrit,” tegasnya.
“Oleh karena itu, reformasi birokrasi yang kami lakukan di kabupaten Pamskeasan harus tepat, cepat, serta tanggap dengan berbagai sumber daya yang kita miliki. Artinya beragam program yang dijalankan harus inovatif yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. [pin/ted]






