Pamekasan (beritajatim.com) – Peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, difokuskan pada materi pembinaan mental dan akhlak, khususnya selama Ramadan 1443 Hijriah.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengarahkan siswa untuk menjalani materi pembelajaran pada aspek psikomotorik, sekaligus dapat meningkatkan nilai ibadah dan pembinaan mental siswa selama Ramadan, sesuai dengan anjuran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.
“Pembinaan mental dan akhlak ini merupakan program rutin dari Kemendikbud RI, khususnya bersamaan dengan momentum Ramadan. Namun khusus di kabupaten Pamekasan, kita tambah dengan penguatan materi keagamaan,” kata Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Zaini, Senin (4/4/2022).
Tambahan materi keagamaan tersebut diterapkan di semua lembaga pendidikan di lingkungan Disdikbud Pamekasan, mulai dari tingkat SD hingga SMP. Di antaranya melalui program hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an pada juz 30.
[berita-terkait number=”4″ tag=”disdikbud-pamekasan”]
“Dengan begitu, ada nilai penguatan keagamaan berupa mental dan akhlak bagi peserta didik. Untuk waktu pelaksanaan tergantung masing-masing lembaga pendidikan, dan khusus tingkat SMP ada tambahan program berupa pembinaan baca kitab kuning,” ungkapnya.
Lebih lanjut dijelaskan, materi tersebut merupakan salah satu implememtasi nilai ideologi bangsa, yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. “Melalui momentum Ramadan ini, kita harapkan masing-masing lembaga pendidikan dapat dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.
“Tidak hanya itu, ketentuan dari Tim Satgas Covid-19, pelaksanaan pendidikan mental, akhlak dan pendidikan keagamaan selama Ramadan juga harus mematuhi ketentuan disiplin penegakan protokol kesehatan. Sementara waktu pelaksanaan antara tiga hingga empat jam,” jelasnya.
Hanya saja, pihaknya menegaskan jika rencana tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing lembaga di lingkungan instansi yang dipimpinnya. “Jadi pelaksanaan program ini minimal satu pekan, tergantung dari masing-masing sekolah,” pungkasnya. [pin/suf]






