Surabaya (beritajatim.com) – Julid adalah satu tradisi yang mestinya perahan kita kikis, bagaiamana kalau ternyata yang dijulidin meski sudah pakai kode kode tapi dia masih tetep paham?
Sudah umum bagi sebagian orang untuk belajar satu atau dua bahasa tambahan saat ini yang akan memudahkan komunikasi mereka dengan orang lain dan juga jaga-jaga agar bisa paham kalau ada yang julid dibelakang dengan bahasa asing.
Terkadang, mengetahui apakah seseorang juga membicarakan hal-hal buruk tentang Anda juga membantu.
Baru-baru ini, seorang wanita membagikan pengalamannya yang tidak menyenangkan di toko aksesoris ponsel melalui video yang dibagikan oleh Bayo Channel. Dia mengunjungi toko sekitar 21:40 untuk mendapatkan kabel iPhone dan ketika dia di sana, toko bersiap-siap untuk tutup. Namun, masih ada antrian di konter tempat beberapa orang melakukan pembayaran.
Dia memberi tahu salah satu pekerja di toko tentang apa yang dia cari, tetapi pekerja itu melihat ke rekannya dan mengatakan sesuatu dalam bahasa Mandarin:
“Gadis Melayu ini. Kami akan segera tutup dan menunggu dia untuk membeli sesuatu yang hanya seharga 20 ringgit (Rp68 ribu) tidak sepadan,” kata gadis itu, dikutip dari World of Buzz.
Tanpa sepengetahuan mereka, gadis itu mengerti setiap kata yang mereka ucapkan. Salah satu pekerja mendekatinya dan bertanya apakah dia bisa kembali besok, yang dia jawab dalam bahasa Mandarin.
“Apa yang temanmu katakan tentangku barusan? Saya bisa mengerti dia, saya bersekolah di sekolah Cina juga, ”katanya.
Salah satu pekerja segera menawarinya kabel iPhone gratis tetapi dia menolaknya. Dia pun mengulangi omongannya bahwa tidak pergi ke toko itu untuk dapat barang gratis. Dia mengaku punya uang cukup untuk beli barang.
Yang dia mau dari penjual tersebut hanyalah rasa hormat satu sama lain. Penghormatan sebagai sesama warga negara, bukan merendahkan karena ras.
Sebelum dia meninggalkan tempat itu tanpa pembelian, dia meningatkan para penjaga toko untuk ramah kepada siapapun. Karena semua orang punya hak sama.
“Pastikan tidak ada yang mengerti Anda sebelum sampah membicarakan seseorang di depan mereka,” kata dia. (adg/beq)






