Pamekasan (beritajatim.com) – Laju pertumbuhan sektor ekonomi di kabupaten Pamekasan, pada Tahun 2021, mengalami pertumbuhan sebesar 3,41 persen atau menempati urutan pertama dibanding tiga kabupaten lain di Madura, yakni Bangkalan, Sampang dan Sumenep.
“Pada tahun 2021, laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Timur, sebesar 3,57 persen atau selisih 0,16 persen dengan laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Pamekasan pada tahun 2021,” kata Kepala Bappeda Pamekasan, Taufiqurrahman, Rabu (16/3/2022).
Di wilayah Madura, laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Pamekasan pada 2021, menempati urutan pertama dengan laju pertumbuhan sebesar 3,41 persen dibanding tiga kabupaten lain di Madura. Bangkalan -2,07 persen, Sampang sebesar 0,22 persen, dan Sumenep sebesar 2,61 persen.
“Laju pertumbuhan ekonomi Pamekasan tumbuh di atas 5 persen pada 2017, puncak laju pertumbuhan terjadi pada 2018 sebesar 5,46 persen. Namun kembali melambat pada 2019 sebesar 4,92 persen, bahkan juga terjadi pelambatan pertumbuhan ekonomi secara drastis hingga ke tingkat negatif dengan kontraksi 2,54 persen,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”bappeda-pamekasan”]
Hanya saja secara rata-rata laju pertumbuhan sektor ekonomi di Pamekasan dalam lima tahun terakhir, yakni sejak 2017 hingga 2021 terbilang stabil. “Jadi dalam lima tahun terakhir laju pertumbuhan ekonomi di Pamekasan sebesar 3,26 persen atau selisih 0,16 persen laju pertumbuhan ekonomi tingkat Jatim,” jelasnya.
Dalam kurun waktu tersebut, kontribusi beragam sektor memberikan kontribusi besar pada laju pertumbuhan ekonomi. Di antaranya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, perdagangan besar dan eceran, reperasi mobil dan motor, serta sektor konstruksi.
Kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan terhadap PDRB Pamekasan Tahun 2021 sebesar 32,4 persen, perdagangan besar dan eceran, reperasi mobil dan motor sebesar 20,72 persen, serta sektor konstruksi sebesar 10,3 persen. [pin/ted]






