Pamekasan (beritajatim.com) – Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kiai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola madrasah agar dapat memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi seluruh peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama IBS PKMKK Pamekasan, Achmad Muhlis disela verifikasi izin operasional Madrasah Tsanawiyah (MTs) Padepokan Kiai Mudrikah oleh Tim Verifikator Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan, Dusun Somber, Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Senin (26/1/2026).
“Verifikasi ini bertujuan untuk memastikan kelayakan MTs Padepokan Kiai Mudrikah dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan sesuai dengan ketentuan dan standar yang ditetapkan. Aspek yang diverifikasi meliputi kelengkapan administrasi, kurikulum, sarana dan prasarana, tenaga pendidik dan kependidikan, serta proses pembelajaran,” kata Achmad Muhlis, Selasa (27/1/2026).
Selain itu pihaknya menyampaikan jika pihak MTs juga sudah menyiapkan beragam dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan. “Artinya kami selalu berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola madrasah agar dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, tim verifikator juga melakukan peninjauan langsung ke ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, serta fasilitas pendukung lainnya. Selain itu, dilakukan pula wawancara dengan pengelola madrasah guna memperoleh gambaran menyeluruh terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
“Dengan terlaksananya verifikasi ini, diharapkan MTs Kiai Mudrikah Kembang Kuning dapat memperoleh izin operasional secara resmi dan terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai keislaman,” harapnya.
Terlebih keberadaan lembaga yang didirikannya memang memiliki orientasi kuat yang bukan hanya sekedar memenuhi standar prosedur birokratis, tetapi juga membawa misi sosial yang solid. “Selama ini madrasah ini secara sadar menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu, yatim, dan duafa yang selama ini kerap terpinggirkan dari akses pendidikan bermutu,” tegasnya.
“Sebab pilihan membuka akses pendidikan murah dan terjangkau menunjukkan kesadaran bahwa kemiskinan bukan semata kegagalan individu, melainkan produk relasi sosial yang timpang. Karena itu, pendirian dan keberadaan madrasah ini sebagai bentuk keberpihakan terhadap kelompok rentan, dan Pendidikan dalam konteks ini berfungsi sebagai proses restorasi martabat,” imbuhnya.
Bahkan pihaknya juga menilai jika anak-anak dari latar belakang rentan tidak hanya membutuhkan ruang belajar kognitif, tetapi juga ruang pemulihan psikologis. “Oleh karena itu, madrasah atau sekolah seharusnya mengembalikan rasa percaya diri dan makna hidup peserta didik,” sambung pria yang juga tercatat sebagai Guru Besar Bidang Sosiologi Politik Islam UIN Madura.
“Bagi kami inisiatif penyediaan fasilitas teknologi melalui konsep one student one laptop, juga dapat menjadi akses teknologi bagi siswa bukan sekedar sebagai modernisasi sarana belajar, tapi justru dapat menjadi strategi membangun kepercayaan diri dan kesiapan mental anak-anak menghadapi dunia digital. Hal ini kita implementasikan melalui program satu laptop bagi setiap siswa,” jelasnya.
Terlebih MTs Padepokan Kiai Mudrikah juga selalu intens mengintegrasikan nilai keislaman, keadilan sosial, dan literasi teknologi dalam satu ekosistem pendidikan. “Pendidikan agama tidak diposisikan sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai fondasi etis untuk menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. [pin/aje]






