Jombang (beritajatim.com) – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar mendorong santri untuk berdakwan di media sosial (medsos). Yakni membangun narasi islam yang rahmatan lil alamin. Islam yang berwajah ramah.
Menurut Boy, medsos harus dikuasai oleh orang baik. Karena jika dikuasai oleh orang jahat makan sangat berbahaya. “Berdakwah itu tidak harus pergi ke luar negeri. Tapi bisa juga dilakukan melalui media sosial. Ini bisa dilakukan oleh santri, khusunya di Jombang ini,” kata Boy saat membuka final ‘Santri Speech Contest’ Tingkat Nasional di Pesantren Tahfidz Alquran Cinta Rosululloh, Desa Mojokrapak, Kecamatan Tembelang, Jombang, Senin (14/3/2022).
Boy menjelaskan, selama ini banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menggunakan narasi agama dengan menggunakan bahasa Inggris di internet. Semisal yang dilakukan oleh kelompok ISIS (Islamic State in Iraq and Syria atau Negara Islam di Irak dan Suriah).
Mereka mempropagandakan bahwa di Syiria (Syam) akan lahir negara islam dunia yang memberikan harapan baru. Sehingga lebih dari 120 negara yang warganya terpapar dengan ajakan tersebut. Propaganda itu, lanjut Boy, disampaikan dalam bahasa Inggris melalui sosial media.
Dari situ orang Indonesia juga terpengaruh. Dalam catatan BNPT, terdapat 2.157 orang Indonesia yang berangkat ke Syiria. Namun apa yang terjadi di sana? Ternyata mereka yang datang itu dimanfaatkan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Mereka melakukan pendudukan di beberapa provinsi.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pesantren-jombang”]
“Kemudian, mereka melakukan kejahatan-kejahatan. Termasuk melakukan pembunuhan. Jadi mereka menggunakan narasi-narasi islam dengan bahasa Inggris, mengajak orang seluruh dunia. Ada dari Amerika, Eropa, Afrika. Mereka termakan propaganda melalui dunia maya, lalu ikut program itu,” kata Boy.
Tentang 2.157 orang Indonesia yang berangkat itu, lanjut Boy, sebagian ada yang meninggal, ada yang dipenjara, ada juga yang dikembalikan lagi (ke Indonesia). “Ada juga yang hari ini masih berada di kamp pengungsian, utamanya wanita dan anak-anak. Jumlahnya kisaran 370. Dari jumlah itu yang berusia di bawah 10 tahun sebanyak 82 anak,” kata Boy.
Mereka termakan narasi propaganda dalam bahasa Inggris. Oleh sebab itu, Kepala BNPT mengapresiasi ‘Santri Speech Contest’ Tingkat Nasional yang dihelat di Pesantren Tahfidz Alquran Cinta Rosululloh, Jombang. Karena dengan modal bahasa Inggris, para santri tersebut bisa melakukan dakwah tentang islam rahmatan lil alamin. Yakni islam yang tasamuh.

“Semoga dengan kontes ini bisa memicu semangat para santri di Jombang berkompetisi dengan santri di Indonesia. Yakni untuk dapat berdakwah dan memberikan tausyiah kepada masyarakat dunia. Hari ini tidak harus ke luar negeri. Tapi bisa berdakwah lewat media sosial. Tentunya dengan narasi islam yang rahtan lil alamin. Jangan sampai sosial media dikuasai orang jahat,” ujar Boy.
Di tempat yang sama, pengasuh Pesantren Tahfidz Alquran Cinta Rosululloh Ahmad Rifai mengatakan, ‘Santri Speech Contest’ Tingkat Nasional ini diikuti oleh seribu lebih santri se-Indonesia. Yakni, mulai NAD (Nagroe Aceh Darusalam) hingga Papua.
Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, kompetisi dilakukan secara virtual. “Tentu yang menang adalah mereka yang memiliki pengetahuan yang bagus, bahasa inggrisnya bagus, bacaan Alquran-nya juga bagus. Karena mereka akan menjadi duta santri. Pesertanya adalah penghafal Alquran,” ujar pengacara nasional ini. [suf]






