Pamekasan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemekasan, kembali menyiapkan beasiswa mandiri khusus program kedokteran bagi anak-anak kurang mampu di daerah setempat, pada tahun 2022.
Beasiswa mandiri tersebut merupakan bentuk kemitraan dan kerjasama antara Pemkab Pamekasan, bersama Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Jalinan kemitraan dan kerjasama tersebut terjalin sejak 2021 lalu.
“Pada tahun lalu, ada empat orang penerima beasiswa dari total 10 kuota yang disiapkan pemerintah daerah. Tahun ini kami juga menyediakan anggaran untuk empat orang,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Akhmad Zaini, Senin (14/3/2022).
Beasiswa tersebut merupakan satu dari lima program prioritas Bupati Pamekasan, Badrut Tamam khususnya di sektor pendidikan yang sudah berlangsung sejak 2020 lalu. Empat program prioritas lainnya meliputi bidang ekonomi, infrastruktur, kesehatan dan reformasi birokrasi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-pamekasan”]
Bahkan dari lima program prioritas tersebut, seluruhnya juga sudah berjalan sesuai target yang tentuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Daerah (RPJMD) Pamekasan. “Saat ini program beasiswa ini masih dalam tahap sosialisasi kepada para siswa di sekolah,” ungkapnya.
“Dari itu, kami juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya para siswa agar selalu membuka website resmi UNAIR Surabaya, melalui kanal SBMPTN,” imbau pria yang akrab disapa Pak Zaini.
Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan program beasiswa kedokteran tersebut terbuka untuk semua lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta. “Sementara untuk penentuan kelulusan calon penerima beasiswa ini, sesuai standar ketentuan UNAIR,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”program-prioritas”]
“Untuk tahun (2022) ini merupakan tahun kedua dari program beasiswa kedokteran yang sudah berjalan sejak tahun lalu. Jadi pada tahun 2021, kuota tersedia untuk 10 orang dan yang lulus program beasiswa ini 4 orang. Sedangkan untuk tahun ini, kuotanya 4 orang, dan belum tentu lulus semua,” jelasnya.
Sementara Bupati Badrut Tamam berharap program tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh siswa, guna berpartisipasi melalui program yang digagas instansi yang dipimpinnya. “Harapan kami agar anak-anak SMA atau yang sederajat yang ingin menjadi dokter bisa ikut seleksi, biar kompetisinya semakin ketat,” ungkapnya.
“Generasi hebat masa depan itu bukan generasi leye-leye saja, tetapi generasi yang menempa dirinya dalam proses pembelajaran yang baik, produktif, positif, serta memiliki kreativitas, cepat dan inovatif,” pungkas bupati muda yang akrab disapa Mas Tamam. [pin/ted]






