Surabaya (beritajatim.com) – Bertepatan pada tanggal 11 Maret, ada perayaan Hari Plumbing Sedunia. Awalnya peringatan hari ini dilakukan oleh Dewan Plumbing Dunia sebagai bentuk pengakuan terhadap pentingnya pipa ledeng untuk kesehatan serta kemudahan masyarakat.
WPC bersama dengan negara-negara anggotanya serta kemitraan dan badan-badan seperti Organisasi Kesehatan Dunia mulai melakukan aksi dalam mempromosikan manfaat pipa ledeng yang aman. Hanya saja, pada 2010 WPC meluncurkan konsep penyematan satu hari di kalender dunia sebagai dedikasi untuk pipa saluran air.
Tujuan ditentukan 11 Maret menjadi hari plumbing sedunia adalah suatu perenungan sejenak mengenai peran penting pipa ledeng dalam menjaga kesehatan serta cara hidup mereka di berbagai kasus negara-negara seperti membangun masa depan bebas penyakit hingga menjadi negara berkembang. Dari situlah muncul Hari Plumbing Sedunia.
Biasanya di benua Australia, Eropa, dan Afrika mengadakan acara menarik tentang pentingnya pipa ledeng dan sanitasi. Sedangkan di Cina, Inggris, Jerman, India, Kanada, Amerika Utara, dan Selatan dan tempat lainnya para pemimpin industri, pemerintah, pembuat kebijakan, dan organisasi berbasis masyarakat mengucapkan Hari Plumbing Sedunia.
Sebenarnya memang ada berbagai cara untuk merayakan Hari Plumbing Sedunia. Semisal ucapan atau informasi untuk memperingati hari itu rilis di media dan artikel majalah dalam bahasa Cina, Hindi, Inggris, Jerman, dan Spanyol bersamaan dengan pesan mengenai hubungan antara sanitasi saluran air yang baik dan kesehatan manusia dan lingkungan mencapai jutaan orang.
Selain itu, peringatan bisa dilakukan dengan dukungan inisiatif dalam mengembangkan pipa ledeng pada Hari Plumbing Sedunia.
Apalagi seperti yang kita ketahui bahwa tidak semua orang memiliki akses ke sistem perpipaan yang sama. Bukan hanya itu, populasi di negara berkembang memang tidak selalu memiliki toilet atau air mengalir.
Maka, kita perlu lebih menghargai kamar mandi pada Hari Plumbing Sedunia. Langkah nyata yang dapat dilakukan adalah secara aktif memutuskan berbagi pipa ledeng dengan orang lain.
Cara berbagai dapat dilakukan dengan mencari organisasi yang membantu memberikan fasilitas pipa ledeng modern di beberapa daerah paling miskin.
Amal ini akan membuat perubahan besar untuk kesehatan individu di seluruh dunia dalam membangun toilet di daerah berkembang.
Jika menemukan organisasi seperti Who Gives A Crap yang menjual kertas toilet daur ulang, maka tentu saja bisa digunakan kembali 50% keuntungan untuk membangun toilet. (PRD/ian)






