Surabaya (beritajatim.com) – Rasa cemas yang timbul tidak selalu berarti buruk. Jika adaptif, Anda bisa menjadikan rasa cemas sebagai dorongan untuk lebih maju lagi.
Pada kondisi High Functioning Anxiety (HFA), tekanan cemas akan mudah diubah menjadi dorongan untuk menghadapi masalah daripada membeku dalam ketakutan.
Bagi Anda yang punya kondisi HFA ini bukan berarti memiliki gangguan. Cemas ini memang berlebihan, tapi Anda handal dalam mengidentifikasi dan menghadapinya. Memiliki High Functioning Anxiety biasanya akan melakukan ini banyak kecemasan itu jadi kemajuan.
Dikutip dari The South African College of Applied Psychology, individu dengan high functioning anxiety akan selalu bersedia untuk membantu orang lain ketika diminta meski jadwalnya sangat padat.
Apa yang ada di luar nyatanya tidak mewakili apa yang sedang terjadi di dalam, karena individu yang bersangkutan tengah melawan gejolak kecemasan.
Bahkan tak jarang, pemikiran takut gagal dan takut mengecewakan akan selalu menyelimuti. Sehingga hal ini mereka terdorong untuk melakukan berbagai hal yang berkonteks positif guna memenuhi ekspektasi orang lain.
Mengacu pada sisi objektivitas, individu dengan high functioning anxiety dapat dilihat sebagai pribadi yang senantiasa pro-aktif. Adapun karakteristik yang sering acap kali dipandang positif sebagai berikut.
Pertama, aktif, tertib, dan rapi. Kedua, berkepribadian ramah. Ketiga, Menepati waktu. Keempat terorganisir dan berprestasi tinggi.
Kelima, berorientasi pada detail dan tampak tenang. Keenam, selalu bersemangat serta punya loyalitas dalam hubungan
Melansir dari artikel di laman National Institute of Mental Health, HFA memungkinkan untuk terjadi karena kombinasi beberapa faktor, yang bisa mencakup:
Genetika: Orang yang memiliki riwayat gangguan kecemasan diturunkan dalam keluarga lebih mungkin mengembangkan kecemasan dalam berbagai jenis spektrum.
Kepribadian: Jika dari kecil telah mengembangkan rasa malu atau gugup dalam situasi baru, ini dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan ketika usia dewasa.
Paparan stresor (pemicu stres): Akibat terjadi stres atau trauma di titik kehidupan nyatanya bisa memicu kecemasan.
Penggunaan alkohol atau narkoba: Penyimpangan dalam memakai alkohol serta obat-obatan terlarang dapat jadi pemicu kecemasan pada beberapa orang.
Masalah kesehatan lain: Masalah kesehatan berkaitan dengan penyakit fisik, seperti gangguan jantung atau tiroid, diyakini bisa memicu juga memperburuk gejala kecemasan.
Selain itu, memiliki masalah kesehatan berkaitan dengan mental juga jadi faktor risiko high functioning anxiety berkembang.
HFA biasanya juga sering membuat Anda overthinking karena terus memikirkannya. Namun, untuk menghilangkan kecemasan itu Anda bisa mengusahakannya, agar overthinking tidak menguasai diri Anda. (dan/ian)






