Banyuwangi (beritajatim.com) – Angka Covid-19 Banyuwangi meningkat. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengisyaratkan agar sekolah menyesuaikan pembelajaran tatap muka (PTM) yang tengah berlangsung.
Bupati Ipuk juga meminta gar setiap sekolah juga memastikan menerpakan protokol kesehatan yang ketat.
“Saya ingin memastikan sekolah-sekolah ini harus merespon cepat terkait kondisi saat ini. Kalau ditemukan kasus, segera konsultasi dengan satgas kecamatan dan konsultasi dengan Dinas Pendidikan langkah apa yang harus diambil,” kata Ipuk saat melakukan sidak di Di SDN 2 Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Rabu (16/2/2022).
Data sementara, kata Ipuk, warga Banyuwangi yang terpapar Covid-19 mencapai 999 kasus. Sehingga, perlu kewaspadaan dan hati-hati untuk semua sekolah agar terus memantau kondisi guru serta muridnya.
“Cek segera. Kalau ada yang sakit segera dites dan dilakukan tracing dengan segera. Semua harus menyesuaikan dengan kondisi saat ini,” kata Ipuk.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19″]
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 2 Tembokrejo, Imam Sultani menjelaskan pihak sekolah telah menerapkan pembelajaran terbatas. Siswa kelas 1 – 4 pembelajaran di sekolah (PTM) hari Kamis s/d Sabtu, sementara kelas 5 – 6 hari Senin hingga Rabu. Pembelajaran pun dibagi menjadi dua, 50 persen siswa masuk pukul 07.00 – 09.00 dan separuh berikutnya di pukul 09.00 – 11.00.
“Sejak ditemukan satu siswa yang terpapar covid 19 hasil tracing dari keluarganya, kami mulai menerapkan pembelajaran terbatas. Untuk saat ini, masih satu siswa tersebut yang diketahui terpapar. Yang bersangkutan masih isoman,” jelas Imam. (rin/ted)






