Ngawi (beritajatim.com) – Tim dari balai besar pelaksanaan jalan nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur Bali mengecek jembatan Ngantru yang menghubungkan Ngawi dengan Bojonegoro. Kerusakan jembatan yang dibangun enam bulan lalu itu makin parah dengan aspal amblas 1,5 meter dari kondisi semula.
Meski truk Semen telah dievakuasi sejak Rabu (9/2/2022) malam, kondisi jembatan masih tak memungkinkan untuk dilalui kendaraan. Hingga kini, jalur Ngawi Bojonegoro putus total. Kepala Bidang Preservasi I BBPJN VIII Jawa Timur Bali, Sodeli mengungkapkan kalau pihaknya bakal melibatkan tim ahli untuk mengecek kondisi jembatan.
Kerusakan parah karena rangka penyangga jembatan sekaligus lantai jembatan rusak. Perbaikan masih perlu koordinasi dengan tim ahli. Pun, pihaknya bakal membangun jembatan bailey untuk akses sementara meski tak semua kendaraan bisa lewat.
”Kami siapkan jembatan bailey, kira kira seminggu selesai. Yang bisa lewat jembatan bailey ini hanya kendaraan roda dua dan roda empat kecil. Kendaraan besar akan tetap lewat jalur alternatif lain,” kata Sodeli, Jumat (11/2/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”jembatan-ngawi-bojonegoro”]
Hingga kini pihaknya masih mempersiapkan untuk melakukan pengecekan. Sembari menunggu hasil, pihaknya mempersiapkan jembatan darurat. Dirinya belum bisa memastikan apakah perlu membongkar jembatan atau bisa diperbaiki dengan opsi yang lain. (fiq/ted)






