Surabaya (Beritajatim.com) – Pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) semakin nekat dalam melakukan aksinya. Jika biasanya dilakukan malam hari dan dalam kondisi sepi, beda dengan kasus yang terjadi di Jl Doho, Dinoyo, Surabaya, Kamis (24/01/2022). Pencurian yang terekam kamera closed circuit television (CCTV) di Jl Doho, Dinoyo tersebut dilakukan pagi hari saat aktivitas masyarakat sedang padat.
Aulia Agustin (23), warga Jl Pandegiling yang menjadi korban dalam aksi tersebut menjelaskan, saat itu sedang bekerja membantu koki untuk memasak pesanan konsumen. Ia baru menyadari motornya hilang setelah jam menunjukan waktu untuk pulang, sekitar pukul 17.30 WIB.
[berita-terkait number=”5″ tag=”curanmor”]
“Saat mau pulang sama teman-teman lain, saya baru sadar kalau motor saya sudah tidak ada di tempat parkir semula,” terangnya, Selasa (25/1/2022) sore.
Dalam rekaman CCTV, terlihat tiga orang berboncengan dengan satu motor matic yang plat nomornya dilepas. Pelaku yang berada di boncengan belakang lantas turun dan menuju Honda Beat milik Aulia. Dalam rekaman tersebut, para pelaku seolah tidak peduli dengan kendaraan yang lalu lalang dan tetap terlihat santai sambil sesekali melihat kondisi.
Usai mengetahui motornya hilang, Aulia didampingi sejumlah teman termasuk penanggungjawab kantor Michael Laurensius melaporkan peristiwa itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polsek Tegalsari. “Laporan langsung diterima. Baru besok saya datang lagi untuk menyerahkan alat bukti termasuk rekaman CCTV kampung di sini,” cetus Michael.
Saat kejadian, kebetulan kamera CCTV di tempatnya itu sedang rusak. Beberapa waktu lalu, ada alat yang terbakar hingga membuat tidak berfungsi sempurna. “Untung ada CCTV di kampung ini,” tambahnya.
Sementara Kanitreskrim Polsek Tegalsari AKP Marji Wibowo membenarkan aksi curanmor di Jalan Doho itu. Saat ini, dia masih melakukan penyelidikan guna menemukan pelaku. “Benar Mas. Mohon waktu masih lidik ya,” singkatnya. [ang/suf]






