Gresik (beritajatim.com) – Normalisasi Kali Lamong terus dilakukan kendati di tengah musim hujan. Jika sebelumnya, normalisasi dikerjakan triwulanan. Namun, di tahun 2022 dimulai lebih awal dengan panjang 7,1 meter.
Dari total itu, paguyuban pelaku usaha membantu normalisasi 1,5 kilometer. Kemudian BBWS Bengawan Solo membantu normalisasi Kali Lamong sepanjang 1,5 kilometer.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ahmad Hadi menuturkan, proses normalisasi Kali Lamong tetap berlanjut meski ditengah guyuran musim hujan. “Sejumlah alat berat masih di lapangan untuk antisipasi dan standby pada lokasi yang krusial saat terjadi banjir,” tuturnya, Selasa (11/01/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”kali-lamong”]
Hadi menambahkan, intensitas normalisasi akan ditingkatkan pada saat debit air Kali Lamong sudah berkurang. Hal ini dilakukan supaya kinerja alat berat akan lebih efektif. “Kalau intensitas hujannya rendah kami lebih leluasa mengerjakan normalisasi,” imbuhnya.
Nantinya formula pengerukan Kali Lamong masih sama. Pemkab Gresik, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan para paguyuban pengusaha berkolaborasi melakukan normalisasi.
Dari formula itu, pemkab akan membebaskan lahan, BBWS Bengawan Solo akan melakukan normalisasi dengan membangun tanggul parapet, sedangkan para paguyuban pengusaha akan menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pengerukan. “Kami berharap melalui kolaborasi ini penanganan Kali Lamong bisa dilakukan secara simultan,” pungkas Hadi. [dny/kun]






