Pamekasan (beritajatim.com) – Santri Influencer, Neng Imaz Fatimatus Zahro mengajak kalangan santri agar menjadi pelopor sekaligus menebar berbagai hal positif dan bermanfaat, khususnya dalam bersosial media.
Hal tersebut disampaikan dalam program Ngaji Medsos; Santri dan Etika Bermedia Sosial pada ajang Pekan Ngaji 7 Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Panaan, Palengaan, Pamekasan, di Mushalla Putri, Rabu (5/1/2022).
“Saat ini keberadaan media sosial merupakan sebuah keniscayaan yang harus kita hadapi bersama, selain menjadi anugerah juga bisa menjadi bomerang bagi kita jika tidak bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar,” kata Neng Imaz Fatimatus Zahro.
Perempuan kelahiran Cirebon, Jawa Barat, mengurai secara detail bagaimana cara bijak dalam bermedia sosial khususnya bagi kalangan santri. “Dari itu, mari sebarkan konten positif dan bermanfaat saat bermedia sosial,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pekan-ngaji”]
Bahkan ia juga mengajak para santri agar dapat mamahami ajaran Islam secara menyeluruh. Sehingga nantinya bisa memahami dan menebar informasi positif, serta bermanfaat bagi masyarakat secara umum. “Untuk diketahui bersama, bahwa saat ini sangat banyak penyebaran berita hoax (palsu) dan semakin merajarela,” jelasnya.
“Sebagai upaya menangkal berbagai informasi hoax, ada beberapa tips dan trik, sehingga kita semua tidak termakan dengan informasi palsu. Salah satunya dengan cara selalu berusaha berpikir kritis dan menggunakan akal sehat. Kita harus kroscek kebenarannya, artinya saring sebelum sharing,” tegasnya.
Tidak hanya itu, perempuan yang akrab disapa Neng Imaz juga meminta para santri agar bijak menggunakan sarana media berbasis android. “Maka dari itu kami mengajak kita semua agar selalu bisa mengendalikan Hp (Handphone), bukan justru kita yang dikendalikan Hp,” pungkasnya. [pin/kun]






