Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rangka mengoptimalkan sasaran program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) tahun 2022 di Kabupaten Lamongan, kali ini para punggawa program Kotaku menggelar diskusi tematik, pada Selasa (14/12/2021).
Diketahui, program Kotaku ini berhasil mengintervensi 12 desa/kelurahan di Lamongan pada tahun 2021, sehingga melalui diskusi tematik ini, diharapkan akan memberikan langkah yang lebih nyata dalam pembangunan kawasan layak huni pada 2022 mendatang.
Turut hadir dalam diskusi tematik ini di antaranya sejumlah pejabat dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukinan (DPKP), Dinas Lingkungan Hidup, PDAM, serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lamongan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bappeda Lamongan, Suyatmoko mengungkapkan, bahwa sinergitas dari semua pihak sangat penting dilakukan demi bisa mengurangi kawasan kumuh di Kabupaten Lamongan.
“Selain aspek teknis, sosial, dan ekonomi, optimalisasi Pokja PKP selaku penggerak Program Kotaku juga menjadi sangat penting sebagai langka solutif penanganan kumuh di Lamongan,” ungkap Suyatmoko, Selasa (14/11/2021).

Sementara itu, pembicara dari PDAM Lamongan, Alfian mengaku, banyak solusi yang didapatkan dari hasil diskusi tematik tersebut. Menurutnya, ketersediaan air bersih bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) akan diprioritaskan.
“Penyediaan fasilitasi air bersih bagi warga MBR ini bisa dilakukan dengan skema pemasangan master meter, sehingga beban pembayaran yang ditanggung oleh warga akan lebih murah. Dan solusi ini terlihat masuk akal,” terangnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-lamongan”]
Dalam kesempatan yang sama, pemateri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, Huda menuturkan, pihaknya tak menyangkal jika sampah masih menjadi perhatian utama di Lamongan, khususnya di kawasan Lamongan bagian utara yang meliputi Kecamatan Brondong dan Paciran.
“Kami masih terbatas truck pengangkut sampah dari TPS ke TPA. Apalagi keterlibatan masyarakat terrhadap pentingnya pengelolaan sampah masih sangat rendah. Terbukti ada beberapa TPS3R yang tidak beroperasi sebagaimana mestinya,” papar Huda. [riq/but]






