Pasuruan (beritajatim.com) – Guna meningkatkan produktivitas Kentang, Pemerintah Kabupaten Pasuruan kian gencar memaksimalkan beberapa program. Diantaranya dengan menggulirkan beberapa kebijakan yang ditujukan bagi petani Kentang di beberapa Kecamatan penghasil Kentang. Pernyataan itu disampaikan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dalam acara Panen Raya Kentang organik di Desa Pusung Malang, Kecamatan Puspo.
Setidaknya ada dua program yang ditujukan kepada para petani Kentang di Kecamatan Puspo, Tutur, Lumbang dan Tosari. Diantaranya dengan memberikan bantuan Benih Bibit Unggul yang bermutu.
“Kami sudah upayakan beberapa program dalam rangka meningkatkan produktivitas Kentang. Diantaranya dengan memberikan bantuan Benih Bibit Unggul yang bermutu kepada petani. Juga menyelenggarakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Penyakit melalui program APBD Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.
Di sisi lain, dalam agenda yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak tersebut, Kepala Daerah juga memaparkan problematika yang masih menjadi PR besar dalam budidaya Kentang. Utamanya disebabkan karena adanya perubahan iklim, dimana musim hujan dan musim kemarau tidak dapat diprediksi dengan tepat. Dampaknya, pola tanam yang basa dilakukan petani jelas akan terganggu.
“Permasalahan lain yang dihadapi dalam mengembangkan budidaya Kentang yaitu tingginya curah hujan di bulan Januari-Maret. Sehingga mengakibatkan kualitas Kentang dan harganya mengalami penurunan,” ujar Bupati.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi potensi luar biasa Kentang di Kabupaten Pasuruan. Sekaligus mendorong peningkatan branding dan marketing Kentang organik. Tujuannya tidak lain sebagai upaya untuk menaikkan nilai jual produk.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kabupaten-pasuruan”]
“Potensi holtikultura di Pasuruan ini sangat besar. Tapi tantangannya adalah memperkenalkan ke wilayah di luar sana. Jadi memang harus ada branding dan edukasi bagaimana proses marketing berlangsung untuk meningkatkan nilai jual yang ada,” kata Emil.
Diambahkannya, diantara upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mempromosikan Kentang lokal dengan nama yang berbeda. Kentang Tombro yang merupakan akronim dari Tosari dan Bromo, seperti yang direkomendasikan oleh Bupati, misalnya.
“Tadi Gus Irsyad sampaikan kalau beliau mengajukan pemberian nama untuk Kentang Pasuruan dengan sebutan Kentang Tombro. Ini unik dan bisa dijadikan branding baru agar orang-orang tertarik dengan Kentang di sini”, tandasnya. (ada/ted)






