Surabaya (beritajatim.com) – Jika sebelumnya lebih banyak mengembangkan properti di kawasan Surabaya tengah dan barat, kini kawasan Surabaya Timur pun mulai mendapat perhatian dari pengembang properti besar.
Salah satunya adalah PT Graha Abdael Sukses (GAS) yang meluncurkan Amesta Living. Kawasan Amesta Living direncanakan akan menjadi sebuah kawasan mixed-use terpadu seluas 60 hektare. Target matketnya adalah kaum milenials yang memiliki gaya hidup simple.
Amesta Living yang dikembangkan oleh kolaborasi PT Intiland Development Tbk dengan PT Abdael Nusa ini berada didepan jalan Outer East Ring Road Surabaya Timur. Dan dipastikan nanti akan ada 700 hingga 800 rumah tapak dengan berbagai tipe.
“Tapi untuk tahap pertama ini kami akan bangun 300 unit dulu dengan Amesta Living menyediakan beragam kebutuhan properti, mulai dari hunian, SOHO, ritel, komersial, hingga lifestyle mall,” ungkap Renny Yolanda Vice Chief Executive Officer PT Abdael Nusa, Kamis (11/11/2021).
Harto Laksono, Direktur Pemasaran Intiland untuk Surabaya, menyebutkan Amesta Living akan menjadi kawasa perumahan yang berkembang karena dibangun dengan kawasan terpadu yang komplek.
[berita-terkait number=”4″ tag=”intiland”]
“Apalagi Amesta Living ini dekat dengan bandara, kampus hingga rumah sakit dan fasilitas penunjang lainnya. Ini akan menjadi kawasan yang berkembang pesat nantinya,” beber Harto.
Hans Wibisono Direktur Utama GAS menambahkan, Amesta Living dibangun dengan mengusung konsep pendekatan biophilic design. Konsep ini mementingkan terciptanya harmoni antara manusia dengan alam, membentuk lingkungan sehat yang mendorong kreativitas dan hidup dengan lebih produktif.
“Pengembangan Amesta Living rencananya terbagi menjadi beberapa tahapan. Tahap awal ini untuk fasilitas perumahan dan tahapan berikutnya akan dikembangkan fasilitas komersial, bisnis, ritel, apartemen dan lainnya” ungkap Hans Wibisono.
Pada tahap awal 300 unit yang dibangun adalah rumah compact 2 lantai yang terbagi ke dalam berbagai tipe ukuran. Mulai dari tipe Nora yang memiliki luas lahan 40 m2 dengan luas bangunan 53 m2 dengan 2 kamar tidur dan carport. Tipe Sora dengan luas bangunan hingga 63 m2 sedangkan Terra dengan luas bangunan 75 m2.
“Untuk desain rumahnya sendiri mengusung konsep desain Japandi (Japan dan Skandinavia) yang mengedepankan aspek life balance, kesederhanaan, praktis, teratur, fungsional serta multifungsi,” tandas Hans.[rea]






