Malang(beritajatim.com) – Arema FC gagal meraih kemenangan atas Persebaya usai ditahan imbang dengan skor 2-2 di Stadion Manahan, Solo, Sabtu, (6/11/2021). Sempat unggul terlebih dahulu Arema FC harus puas berbagi angka.
“Ini bukan laga yang mudah babak pertama kami unggul dan mengakhiri dengan 2-1. Pada babak kedua pemain berusaha untuk menambah gol lagi. Tetapi semua berubah saat pemain kami mendapatkan kartu merah,” kata Pelatih Arema FC, Eduardo Almeida.
Eduardo menyebut, kartu merah yang diterima Dendi Santoso pada menit ke 54 membuyarkan rencana Arema. Kemenangan yang sudah di depan mata gagal diraih karena Persebaya mampu menyamakan kedudukan.
“Semua rencana berubah dan kami harus berupaya untuk tetap menjaga agar bisa mendapatkan poin dan memanfaatkan serangan balik. Tentu saja kartu merah memberi efek ke semuanya. Kami tidak bisa bermain dengan pressing atau satu lawan satu seperti saat masih komplit,” ujar Eduardo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”arema-fc”]
Setelah bermain hanya dengan 10 pemain, dirinya terpaksa mengubah strategi dengan lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik. Dia menyebut, pemain harus bekerja lebih keras karena kehilangan satu pemain.
“Kami harus mengubah strategi setelah kehilangan satu pemain, untuk tetap bisa menjaga agar lawan tak mencetak gol. Tentunya kami harus bekerja jauh lebih keras daripada lawan karena berkurang satu pemain. Itu berpengaruh banyak,” tandasnya. (luc/ted)






