Malang (beritajatim.com) – Kecelakaan bus pariwisata milik PO Sakhindra Trans di Kota Batu pada Rabu (8/1/2025) menewaskan empat orang. Bus tersebut mengangkut rombongan pelajar SMK asal Bali yang sedang melakukan studi tour ke sejumlah tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Imbas dari peristiwa ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang memberikan peringatan keras kepada sekolah-sekolah di wilayahnya untuk lebih cermat dan teliti dalam memilih bus sebelum menggelar kegiatan studi tour.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah terkait cara memilih bus yang aman untuk kegiatan studi tour.
“Tahun 2024 lalu itu kami sudah mengundang Kadishub dan semua kepala sekolah untuk sosialisasi bagaimana cara milih bus yang baik. Tujuannya agar mereka cermat dan tidak salah pilih,” ujar Suwarjana, Sabtu (11/1/2025).
Suwarjana menegaskan bahwa sebelum menggelar studi tour, sekolah diwajibkan berkoordinasi dengan Disdikbud dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Jika koordinasi tidak dilakukan dan izin tidak dikeluarkan, maka kegiatan tersebut tidak bisa dilaksanakan.
“Kami ingatkan melalui teman-teman pengawas, koordinasi dengan Dishub dan Disdikbud. Kalau kami tidak mengeluarkan izin, ya tidak dilakukan (studi tour),” ujar Suwarjana.
Disdikbud juga mengingatkan sekolah untuk menolak bus yang datang tidak sesuai dengan yang dipesan. Hal ini dianggap penting demi menjaga keselamatan pelajar, tenaga pendidik, dan pengguna jalan lainnya.
“Sekolah harus tegas kalau di kontraknya pakai bus apa plat nomornya apa. Misal platnya N 10, tapi yang datang nomor plat lain dengan alasan apapun. Itu mohon tidak diterima,” tegas Suwarjana.
Selain memastikan bus sesuai pesanan, sekolah juga harus memverifikasi kelayakan kendaraan yang akan digunakan, termasuk kelengkapan surat-surat kendaraan dan surat izin mengemudi pengemudi.
Dengan langkah ini, Disdikbud berharap agar kecelakaan seperti yang terjadi di Kota Batu dapat dicegah di masa depan. Keselamatan pelajar dalam kegiatan studi tour menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan. [luc/beq]






