Gresik (beritajatim.com) – Imbas meluapnya Kali Lamong juga menyebabkan jembatan darurat antar desa dari Desa Klampok, Kecamatan Benjeng ke Desa Metatu, Kecamatan Cerme hanyut terseret arus banjir. Akibat terputusnya jembatan tersebut, warga terpaksa mencari jalan alternatif dengan jarak cukup jauh.
Semula jembatan yang terbuat dari bambu itu belum tuntas pengerjaannya. Jembatan ini sebagai jalan pintas bagi warga yang berkendaraan roda dua dari arah Kecematan Cerme menuju ke Kecamatan Benjeng.
Warga memanfaatkan jembatan tersebut untuk aktivitas sehari-hari. Baik itu memperdagangkan hasil pertanian maupun pelajar yang hendak bersekolah.
Saat terseret arus banjir, tidak ada aktivitas warga yang melintas di jembatan darurat itu. Sehingga, korban jiwa nihil. Warga pun terperangah melihat konstruksi jembatan hanyut disapu arus banjir.
Camat Benjeng Suryo Wibowo mengatakan, jembatan antar desa itu tidak dapat digunakan karena sudah hancur terseret arus banjir.
“Kondisinya sudah rusak karena sisi kanan maupun sisi kiri jembatan terputus lalu hanyut,” katanya, Jumat (5/11/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Yudhi (33) warga Desa Klampok, Kecamatan Benjeng hanya bisa menyaksikan dari pinggir jalan saat jembatan putus karena hanyut. Kendati berusaha mencari jalan alternatif. Dirinya, terjebak banjir sebab akses jalan terputus karena juga terendam banjir setinggi 70 centimeter.
Banjir akibat meluapnya Kali Lamong ini, juga merendam 11 desa yang di Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang. Selain merendam ratusan rumah warga. Banjir tahunan ini juga menyebabkan puluhan hektar area persawahan serta jalan poros desa terputus. [dny/but]






