Gresik (beritajatim.com) – Tenaga kesehatan (Nakes) Gresik yang masih bertugas menangani pasien covid-19 punya cara tersendiri saat melakukan mengheningkan cipta saat detik-detik proklamasi.
Dengan mengenakan baju hazmat dan pakaian alat pelindung diri (APD). Sejumlah nakes menundukkan kepala sejenak di ruang pasien covid.
Selain diikuti para nakes, pasien yang dirawat juga melakukan hal yang sama. Kendati tinggal beberapa pasien saja yang dirawat di masing-masing ruangan. Namun, hal itu tidak menyurutkan nakes dan pasien mengheningkan cipta.
Di ruang Jasmin RSUD Ibnu misalnya. Menghenigkan cipta itu pun dilakukan secara terpisah. Para perawat jaga mengheningkan cipta di ruang kontrol. Sedangkan para pasien di masing-masing bed mereka. Secara bersamaan, para pasien terlihat ikut memperingati HUT RI ke 76 meski melalui layar CCTV.
[berita-terkait number=”5″ tag=”HUT-RI”]
Wakil Direktur RSUD Ibnu Sina Mafthukan menuturkan, mengheningkan cipta sejenak itu secara spontan dilakukan oleh para tenaga kesehatan (nakes). Sebab, selama pandemi ini, mereka adalah para pahlawan dalam mengusir virus covid-19.
“Saat ini jumlah pasien covid di tempat kami sangat sedikit. Dari kapasitas 205 bed, hanya menyisakan 37 pasien saja yang dirawat. Hari ini memang banyak nakes yang sedang istirahat, karena pasiennya sudah sedikit,” tuturnya, Selasa (17/08/2021).
Selain di ruang covid, para pasien, keluarga pasien, dan nakes di ruang non covid juga sejenak mengheningkan cipta. Bedanya, mereka melakukannya di lorong di depan pintu kamar masing-masing. “Ayo bersama-sama mengheningkan cipta dulu,” ujar Prisa salah satu perawat di ruang non covid kepada para keluarga pasien.
Sementara itu, kondisi di Rumah Sakit Lapangan (RSL) Gelora Joko Samudro (Gejos) juga cukup menggembirakan. Pasalnya, di rumah sakit lapangan tersebut kini tinggal 12 pasien. “Update-nya jumlah pasien yang dirawat terus berkurang. Semoga Gresik beralih ke zona oranye,” pungkas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, drg Saifudin Ghozali. [dny/kun]






