Magetan (beritajatim.com) – Guratan-guratan cat putih menghiasi dinding Ruang Kesenian SMPN 3 Parang, Desa Trosono, Kecamatan Parang, Magetan. Tiga orang tengah sibuk memberikan warna pada gambar Sri Kresna, tokoh pewayangan yang dianggap arif, dan sosok raksasa dalam pewayangan.
Di antara dua tokoh wayang yang berhadapan itu, digambarkan ada pemudi yang membawa kuas besar dan diberi warna khusus yakni warna Magenta yang menggambarkan ikon komunitas yang tengah menggarap mural tersebut.
Adalah Guntur Lulut Wahyudi, Nurina Susanti, Salma Mufidah, Siti Nur Halimah, Rio Wahyu Anggoro, Ulfah Qurrotu’aini, Widya Nur Annisyah, Zulfian Ebnu Groho. Enam diantaranya sempat bikin desain awal. Dan akhirnya, dari keenam desain tersebut disatukan. Hingga menggambarkan satu konsep karya kolaborasi utuh.
Delapan pemuda pemudi itu tergabung dalam Magenta. Kebetulan, ulang tahun komunitas seniman muda Magetan itu bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. Sekaligus, hampir bersamaan dengan ulang tahun SMPN 3 Parang. Mereka berkolaborasi agar semangat untuk berkarya anak-anak muda.
”Kami bikin mural ini selama seminggu. Hari ini selesai. Dua tokoh wayang sengaja dicat warna hitam putih kecuali tokoh wanita yang kami warnai dengan kelir ungu atau warna magenta, yang erat dengan komunitas yang kami gawangi,” terang Nurina Susanti pada beritajatim.com, Rabu (27/10/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”mural”]
Dia menggambarkan kalau Kresna sebagai tokoh yang arif yang selalu mendukung kreativitas dan semangat muda. Pun, para pemuda pasti dihadapkan dengan keburukan-keburukan yang jadi godaan bagi mereka. Juga, beberapa doodle art yang juga dianggap sebagai dunia anak muda.
”Kami ingin memberikan contoh dan motivasi kepada anak-anak muda kalau semangat untuk berkarya ini harus dijaga. Jangan sampai putus di tengah jalan. Kami berharap guru juga memberikan bimbingan bagi para siswa yang mulai terlihat bakatnya. Juga, ini sebagai ajang event tahunan bagi kami. Kebetulan tidak bisa bikin pameran tahun ini. Jadi kami bikin mural,” kata Nurina.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Parang Suyadi menyebut kalau kerjasamanya dengan Komunitas Magenta tak lepas dari lomba yang digelar dalam rangka memperingati ulang tahun sekolah. Pihaknya sempat menggelar lomba mural. Dari situ terlihat ada bakat anak-anak didiknya di bidang seni. Utamanya seni lukis.
”Dari situ, kami dapat saran dari guru kesenian kami untuk bekerja sama dengan komunitas seniman muda Magenta. Hasil muralnya bagus. Kami harap, dengan adanya mural itu anak didik kami bisa termotivasi dan terinspirasi untuk mengasah bakat mereka dalam seni lukis. Bukan sekadar bisa melukis, tapi bagaimana mereka menjadi seniman,” kata Suyadi. (fiq/ted)






