Lamongan (beritajatim.com) – Meski berada di tengah pandemi Covid-19, pertanian di Kabupaten Lamongan tergolong produktif. Lamongan tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan nomor wahid di Jawa Timur, tapi juga mulai menunjukkan eksistensinya sebagai daerah penghasil tembakau, bahkan masuk di jajaran 5 besar Jawa Timur.
Saat ini, di Lamongan telah memasuki musim panen raya tembakau, di antaranya seperti yang terlihat di Dusun Torongglonggong, Desa Sumberagung Kecamatan Modo. Sehubungan dengan hal tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau langsung proses panen tembakau hingga pengolahannya sebelum dijual, pada Jumat (1/10/2021) kemarin.
Tak hanya memetik daun tembakau, Bupati Lamongan yang akrab disapa Bupati YES itu juga ikut melakukan perajangan tembakau dengan menggunakan alat rajang modern, serta menyaksikan proses perataan hasil rajangan di atas anyaman bambu yang mayoritas dilakukan oleh kaum perempuan.
Setelah proses perataan di atas anyaman bambu, hasil rajangan tersebut lalu dijemur atau dikeringkan, proses pengeringan ini biasanya memakan waktu selama satu hingga dua hari, tergantung panas matahari. Selama dikeringkan, para petani akan membalik rajangan pada lapisan atas yang sudah cukup kering, sehingga hasil rajangan tembakau itu bisa kering secara merata dan sempurna.
Tak cukup di situ, pada malam harinya, rajangan yang sudah kering ini kemudian diembunkan, hal ini dilakukan agar tembakau rajangan bisa memiliki warna kuning keemasan dan aroma yang berkualitas. Setelah itu, barulah tembakau rajangan ini siap untuk dijual.
Melihat kegigihan dan semangat dari para petani tembakau dalam menggerakkan perekonomian di tengah pandemi Covid-19, Bupati YES mengaku akan berupaya dan terus mensupport produktivitas para petani. Salah satunya dengan mengupayakan adanya asuransi pertanian, hingga perbaikan infrastruktur jalan.
“Ayo saling mensupport agar tembakau Lamongan tetap berkualitas. Seperti aspirasi yang disampaikan para perwakilan petani tadi, pemerintah akan berupaya untuk memberikan solusi-solusi yang terbaik. Seperti mengusahakan adanya asuransi, ini mengantisipasi apabila terjadi gagal panen. Termasuk jalan juga diprioritaskan,” tutur Bupati YES di tengah-tengah warga.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-lamongan”]
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Lamongan, Sukriyah. Pihaknya menyebutkan, bahwa ke depan akan melakukan langkah mitigasi resiko budidaya tembakau bagi petani.
“Kami berusaha untuk memberi yang terbaik. Seperti asuransi dan subsidi harga. Namun terlebih dahulu akan dilakukan survey ke lapangan. Ke depannya, pada tahun 2022 kami telah menganggarkan dari sumber Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk digunakan dana asuransi petani dan subsidi harga,” ungkap Sukriyah.

Sebagai informasi, di Desa Sumberagung tersebut bisa melakukan panen atau petik daun tembakau pada lahan seluas 118 ha, dengan jenis tembakau virginia. Sampai hari ini, luas panen tembakau di Kabupaten Lamongan telah mencapai 4.584 ha, dengan produksi 5.489 ton.
Sementara untuk harga komoditas tembakau, rata-rata mencapai harga Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per kilogram tembakau rajangan kering. Sedangkan untuk pemasarannya, paling besar didistribusikan ke HM Sampoerna dan PT Sadhana.[riq/ted]






